Mengenal Tanaman Kumis Kucing Tumbuhan Liar Yang Dapat di Manfaatkan Sebagai Obat

Tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di wilayah Asia Tenggara. Tanaman kumis kucing diketahui memiliki khasiat untuk merangsang pengeluaran air seni (diuretik), melarutkan batu ginjal, membantu menurunkan tekanan darah, mengobati penyakit encok (reumatik), kencing manis (diabetes), radang amandel, ayan/kejang-kejang, periode waktu haid yang tidak teratur, kencing nanah, sipilis, batu empedu, flu, hepatitis dan penyakit kuning. Daun tanaman kumis kucing diperkenalkan ke Eropa dan Jepang sebagai teh kesehatan yang biasanya dikenal dengan sebutan “Java Tea”. Sebagian besar dokter praktik di daerah Jawa dan Bali menggunakan jamu sebagai pengobatan komplementer dan alternatif selain pengobatan konvensional. Tanaman kumis kucing merupakan salah satu dari bahan jamu yang banyak digunakan.
 
 
Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) juga merupakan salah satu tanaman obat-obatan yang sudah terkenal di dalam dan di luar negeri. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Afrika, kemudian menyebar ke wilayah Georgia (Kaukasus), Kuba, Asia dan Australia. Penyebaran kumis kucing di Asia meliputi Indonesia, India, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Kumis kucing tumbuh di Pulau Jawa sejak tahun Selanjutnya tanaman ini menyebar ke pulau-pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi. Sentra produksi kumis kucing yaitu Jawa Tengah (Ambarawa, Kopeng dan Blora), Jawa Barat (Sukabumi dan Bogor), Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh dan Sulawesi Utara. Kumis kucing termasuk tanaman tahunan yang tumbuh pada ketinggian cm.  
 
Klasifikasi Tanaman Kumis Kucing : 
 
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Tubiflorae
Suku : Labiatae
Marga : Orthosiphon stamineus Benth.  
 
Kumis kucing merupakan tumbuhan semak tahunan yang dapat tumbuh mencapai 50-150 cm. Kumis kucing memiliki batang berkayu yang berbentuk segi empat, beruas-ruas, serta bercabang dengan warna coklat kehijauan. Daun kumis kucing merupakan daun tunggal yang berbentuk bulat telur, dengan ukuran panjang 7-10 cm dan lebar 8-50 cm. Pada bagian tepi daun bergerigi dengan ujung dan panjang runcing. Daun tipis dan berwarna hijau.Bunga kumis kucing berupa bunga majemuk berbentuk malai yang terletak di ujung ranting dan cabang dengan mahkota bunga berbentuk bibir dan berwarna putih.Pada bunga terdapat kelopak yang berlekatan dengan ujung terbagi empat dan berwarna hijau. Benang sari pada bunga berjumlahempat dengan kepala sari berwarna ungu. Sedangkan putik pada bunga berjumlah satu dan berwarna putih. 
 
Kumis kucing memiliki buah berbentuk kotak dan bulat telur, yang berwarna hijau ketika masih muda dan berubah warna menjadi hitam setelah tua. Biji kumis kucing berukuran kecil dan berwarna hijau ketika masih muda yang menghitam setelah tua. Perakaran kumis kucing merupakan akar tunggang berwarna putih kotor.  
 
Tanaman kumis kucing biasanya tumbuh di sepanjang anak sungai atau selokan. Atau biasanya ditanam di pekarangan rumah untuk digunakan sebagai tanaman obat keluarga, karena kumis kucing memiliki banyak khasiat dan mudah ditanam yaitu dengan cara menebar biji atau setek batang. Tanaman ini dapat ditemukan di dataran rendah pada ketinggian ± 700 m di atas permukaan laut. Tanaman kumis kucing tumbuh tegak dengan tinggi antara 50-150 cm.  
 
Tanaman kumis kucing tersebar dari India, Indo-Cina dan Thailand, melewati Malesia ke daerah tropis Australia. Sebagai tanaman liar, tanaman ini terdapat di seluruh Malesia, namun keberadaannya jarang di Kalimatan, Sulawesi dan Maluku. Saat ini tanaman ini tumbuh di Asia Tenggara (di Jawa sejak tahun 1928), Afrika, Georgia (Kaukasia) dan Kuba. Tanaman kumis kucing tumbuh secara liar di semak-semak, padang rumput, sepanjang pinggiran hutan dan pinggiran jalan. Tanaman kumis kucing sering tumbuh di tempat teduh/ternaungi yang tidak terlalu kering, namun juga dapat tumbuh di tempat yang terkena cahaya matahari penuh. Tanaman kumis kucing dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 m dpl.
 
 
Kumis kucing memiliki beberapa nama daerah diantaranya adalah Kumis ucing (Sunda), Remujung (Jawa tengah, Se-salaseyan, Soengot koceng (Madura), Kutun, Mamam, Bunga laba-laba (Jawa).  
 
Pada umumnya, kumis kucing memiliki kandungan kimia berupa alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol, zat samak, orthosiphon glikosida, minyak lemak, sapofonin, garam kalium (0,6-3,5%) dan myoinositol, serta minyak atsiri sebanyak 0,02-0,06 % yang terdiri dari 6 macam sesquiterpenesdan senyawa fenolik, glikosida flavonol, turunan asam kaffeat. Hasil ekstraksi daun dan bunga Orthosiphon stamineus Benth.Ditemukan methylripariochromene A atau 6-(7, 8-dimethoxyethanone). Juga ditemukan 9 macam golongan senyawa flavon dalam bentuk aglikon, 2 macam glikosida flavonol, 1 macam senyawa coumarin,scutellarein, 6-hydroxyluteolin, sinensetin.  
 
Secara empiris daun kumis kucing telah digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional, antara lain sebagai peluruh air seni, mengobati batu ginjal, mengobati kencing manis, penurun tekanan darah tinggi serta mengobati encok. Pada prinsipnya kumis kucing digunakan sebagai diuretik, ekstrak alkohol-air dari kumis kucing memicu urinasi dan sekresi ion Na+pada tikus.
 
Demikian ulasan singkat tentang Mengenal Tanaman Kumis Kucing Tumbuhan Liar Yang Dapat di Manfaatkan Sebagai Obat. Dimuat dari sumber :
https://digilib.ump.ac.id/files/disk1/20/jhptump-ump-gdl-pujiastyfa-961-2-babii.pdf
https://docplayer.info/51827206-Tinjauan-pustaka-botani-kumis-kucing-orthosiphon-stamineus-benth.html
Gambar berdasarkan hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "tanaman kumis kucing, tanaman obat kumis kucing, jenis karakteristik kumis kucing". Sekian. semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments for "Mengenal Tanaman Kumis Kucing Tumbuhan Liar Yang Dapat di Manfaatkan Sebagai Obat "