Tanaman Bunga Kamboja Tumbuhan Penghias Perkarangan Rumah dan Taman



Tanaman bunga Kamboja atau dikenal dengan Frangipani (Plumeria sp.) merupakan jenis tumbuhan berbunga yang berasal dari Amerika Tengah dan Afrika. Kamboja merupakan jenis tanaman tropis yang tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian tanah 700 m di atas permukaan laut. Ciri khas tanaman ini mudah tumbuh dan berkembang biak serta tidak memerlukan perawatan khusus. 
 
 
Tumbuhan Kamboja dapat bertahan hidup sampai ratusan tahun karena merupakan tanaman sekulen yaitu jenis tanaman yang dapat menyimpan air pada seluruh bagian mulai dari akar, batang, daun, dan bunganya ini terutama di daerah Bali, kamboja merupakan salah satu tanaman penghias halaman rumah, kantor, dan taman umum.
 
Tanaman kamboja awalnya tersebar luas di wilayah tropis mulai dari wilayah tropis hangat Kepulauan Pasifik, bagian selatan Benua Amerika, Panama hingga Venezuela. Nama genus Plumeria‖ awalnya bernama Plumiera‖. Kata tersebut berasal dari Plumier‖, yaitu seorang ahli botani Prancis abad ke –17, Charles Plumier, yang melakukan perjalanan ke dunia baru (Amerika) untuk mendokumentasikan tanaman dan hewan. Masyarakat di negara–negara empat musim menggemari tanaman kamboja, meskipun harus memberi perlakuan khusus ketika memasuki musim dingin. Di Amerika Serikat terdapat perkumpulan orang yang mengkoleksi Plumeria dengan nama The Plumeria Society of America. Iklim tropis yang dimiliki Indonesia sesuai dengan kebutuhan tumbuh tanaman kamboja. Oleh karena itu, tanaman ini tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. 
 
 
klasifikasi Plumeria adalah sebagai berikut:
 
Kingdom : Plantae 
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Apocynales
Famili : Apocynaceae
Genus : PlumeriaL.
Spesies : Plumeria sp.
 
Morfologi Tanaman Bungan Kamboja
Secara umum, tanaman kamboja memiliki ciri-ciri dengan bentuk batang bulat dan berkayu keras, bengkok dengan percabangan yang banyak. Kulit batang muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi abu–abu seiring dengan penuaan batang. Pada waktu berbunga, cabangnya juga kehilangan daun dan hanya terlihat seperti pohon mati dengan cabang yang gundul. Kulit batang tanaman kamboja bergetah. Getah tanaman ini mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid, amyrin, lupeol, kautscuk, dan damar. Bila terkena kulit, getah kamboja dapat menimbulkan rasa gatal di kulit. Namun, getah ini juga bisa digunakan sebagai obat penyakit kulit.
 
Daun kamboja berbentuk lanset dengan ujung dan pangkal daun meruncing, berwarna hijau dan tebal, serta tulang daunnya menonjol. Panjang daun berukuran 15-20 cm. Sementara lebar daunnya berkisar 6 –12,5 cm. Selain bentuk lanset yang lebar, ada daun yang sempit dan ada pula yang ujung daunya tidak lancip, tetapi membulat. Ada pula tanaman kamboja yang memiliki daun yang pada bagian pangkalnya menyempit, tetapi di bagian ujung melebar.
 
Bunga kamboja memilikilima helai kelopak yang besar yang bentuknya hampir sama. Namun, setiap jenisnya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Bunga kamboja senantiasa muncul bergerombol pada tiap ujung cabangnya.
 
Bunga kamboja memiliki ukuran diameter 8-12 cm. Mahkota bunga umumnya berjumlah lima helai dan memiliki wangi yang khas. Mahkota bunga mempunyai corong dengan lingkar yang sempit dan sisi bagian dalamnya berambut halus. Bentuk mahkotanya pun tidak monoton, ada yang bertajuk lebar hingga bulat serta mahkota panjang yang sempit dan berpilin (menggulung). Selain itu, ada mahkota yang berbentuk oval hingga bintang warna mahkota sangat beragam mulai dari putih, merah, pink, hingga kuning. Tangkai putik tanaman berukuran pendek dengan dasar bunga yang menonjol sehingga menutupi tabung kelopak.
 
 
Masing-masing tangkai mahkota bunga panjangnya berbeda-beda sesuai dengan jenisnya, berkisar 20-40 cm. Pada setiap tandan bisa dijumpai puluhan kuntum bunga. Bunga dalam malai rata, berkumpul di ujung ranting, bentuk corong, mahkota bunga warna putih atau merah, dan berbau harum. Warna bunga sangat bevariasi, mulai dari kuning putih, jinga, merah muda, sampai merah tua. Jumlah petal 5 dan tidak mengembang, tetapi menjulang menantang matahari dan rajin berbunga dalam jumlah banyak
 
Buah akan terbentuk bila terjadi penyerbukan. Proses penyerbukan hingga matangnya buah berlangsung kurang lebih 8 bulan. Buahnya tidak berdaging (buah keringatau follicle) dan berbentuk tabung dengan kedua ujungnya lancip. Buahnya bisa berjumlah satu atau dua yang saling terpisah. Panjang buah berkisar 15-20 cm dengan diameter 2 cm. Biji–biji akan beterbangan terbawa angin bila buahnya telah matang dan pecah. Biji berbentuk elips dengan embrio tanaman berada di salah satu ujung, sedangkan ujung lainnya berupa lembaran tipis yang berfungsi sebagai sayap ketika terbang terbawa angin. Panjang biji 4–5 cm dengan lebar 1 cm. Biji berwarna cokelat muda seperti lembar daun yang kerin.
 
Kandungan Kimia Tanaman Kamboja
Tanaman kamboja mengandung beberapa senyawa kimia seperti agoniadin, plumierid, fulvloplumierin, asam plumerat, semotinat dan lupeol. Plumierid merupakan suatu zat pahit yang beracun. Daun kamboja mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid. Getah berwarna putih pada tanaman kamboja mengandung damar dan kautcuk, senyawaan sejenis karet, dan senyawa abisn triterpenoid amyrin dan lupeol. Kulit batangnya mengandung plumierid, merupakan suatu zat yang beracun. Dari kandungan ekstrak daun kamboja yang teridentifikasi, senyawa yang diduga sebagai larvasida yaitu alkaloid, saponin dan flavonoid.
 
 
Manfaat Tanaman Kamboja 
Kamboja cukup potensial untuk dikembangkan dan dibudidayakan sebagai obat tradisional. Penggunaan genus kamboja baik kulit batang, getah dan daunnya oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional sangat banyak ragamnya dan digunakan secara turun-temurun. Kulit batang kamboja berbunga putih oleh masyarakat sering digunakan sebagai obat patek (frambosia), obat luar untuk kulit pecah-pecah pada telapak kaki, sedangkan air rebusannya dimanfaatkan untuk merendam kaki bengkak. Getah dan daunnya dimanfaatkan untuk mempercepat pecahnya bisul dengan cara dioles sedikit minyak kelapa. 
 
Bunga kamboja banyak digunakan sebagai campuran farfum, kosmetik dan dapat digunakan sebagai campuran teh kombocha. Daun berkhasiat sebagai penenang saraf, mengatasi insomnia, sakit kepala, dan obat bisul. Akar digunakan sebagai obat wasir (ambeien), getahnya digunakan untuk menghilangkan kapalan pada tangan dan kaki. Getah, daun, kulit batang, akar serta seluruh bagian tumbuhan kamboja dapat digunakan untuk mencegah pingsan akibat udara panas, disentri, TBC, cacingan, sembelit, sakit gigi berlubang dan bisul. 
 
Demikian ulasan singkat tentang Mengenal Tanaman Bunga Kamboja Tumbuhan Penghias Perkarangan Rumah dan Taman. Dimuat dari sumber :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/47857/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1108305017-3-Bab%202.pdf
http://eprints.umm.ac.id/45446/3/jiptummpp-gdl-nikmatulma-45726-3-bab2.pdf
Gambar berasal dari sumber penelusuran google gambar dengan kata pencarian "bunga kamboja, karakteristik bunga kamboja, tanaman bunga kamboja, jenis jenis bunga kamboja". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang menyegarkan suasana! Terimakasih.



 pasang iklan


No comments: