Karakteristik Morfologi Tanaman Belimbing (Averrhoa Carambola L) Tanaman Buah Perkarangan



Belimbing (Averhoa carambola) merupakan tanaman yang berasal dari India dan Sri Lanka. Tanaman ini umumnya dipelihara dipekarangan rumah dan berbuah sepanjang tahun. Kandungan yang terdapat pada belimbing manis antara lain protein, kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, serat, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, zat besi dan air. Belimbing manis merupakan buah yang kaya vitamin A dan vitamin C yang bersifat antioksidan dan kalium. Yang patut diperhitungkan juga adalah seratnya, terutama serat pektin yang berguna bagi kesehatan pembuluh darah. 
 
 
Belimbing juga dikenal dengan berbagai nama antara lain: carambola, belimbing, dan bilimbi. Pada umumnya belimbing ditanam dalam bentuk kultur pekarangan (home yard gardening), yaitu diusahakan sebagai usaha sambilan sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Di kawasan Amerika, buah belimbing dikenal dengan sebutan “star fruits”, hal ini dikarenakan bentuk buahnya seperti bintang. 
 
Belimbing adalah tanaman berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 12 m. Percabangan banyak yang arahnya agak mendatar sehingga pohon ini tampak menjadi rindang. Berbunga sepanjang tahun sehingga buahnya tidak mengenal musimdaun Belimbingberupa daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun berbentuk bulat telur, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas mengkilap, permukaan bawah buram dengan panjang 1,75 sampai 9 cm dan lebar 1,25 sampai 4,5 mm. Bunga majemuk tersusun dengan baik memilikiwarna merah keunguan, yang keluar dari ketiak daun dan di ujung cabang. Buahnya memiliki panjang empat sampai 12,5 cm, berdaging dan banyakmengandung air saat masak berwarna kuning. Buah Belimbingmemiliki biji berwarna putih kotor kecoklatan, pipih dan berbentuk elipsdengan kedua ujung lancip  
 
Menurut sejarah persebarannya belimbing termasuk satu jenis buah tropis yang sudah lama dikenal dan ditanam di Indonesia. Berdasarkan penelusuran dari literatur, ditemukan bahwa tanaman belimbing berasal dari kawasan Asia, terutama Malaysia. Namun Nikolai Ivanovich Vavilovanaman, seorang botani Soviet memastikan sentrum utama tanaman belimbing adalah India, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis lainya. 
 
Klasifikasi Tanaman Buah Belimbing: 
 
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Geraniales
Famili: Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus: Averrhoa
Spesies: Averrhoa carambola L 
 
Morfologi Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L)
Daun (Folium)
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang sangat penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.  
 
Belimbing tergolong dalam tumbuhan yang mempunyai daun bertangkai. Bagian daunnya yaitu terdapat ibu tulang daun (costa), tulang cabang (nervus lateralis), urat-urat daun (vena). Tulang cabang pada daun (nervus lateralis) didekat tepi daun membelok ke atas dan bertemu dengan tulang cabang diatasnya. Ditepi seperti terdapat tulang cabang yang kurang lebih sejajar yang biasa disebut tulang pinggir.  
 
Belimbing mempunyai bangun daun (Circumsriptio) yang memiliki bentuk bulat telur (ovatus). Ujung daun (Apex folii) meruncing (acuminatus). Seperti pada ujung yang runcing tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya lebih tinggi dari dugaan, sehingga ujung daun tampak sempit, panjang, dan runcing. Belimbing manis memiliki bentuk pangkal daun (Basic folii tumpul (obtusus). Terdapat pada daun bangun bulat telur.
 
 
Daun (folium) Tergolong daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus). Pada suatu daun majemuk terdiri atas beberapa bagian yaitu:
  • Ibu tangkai daun (petiolus communis)
  • Tangkai anak daun (petiololus), dan
  • Anak daun (foliolum).  
Daun majemuk beranak daun 9, bertangkai panjang, warna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang daun 3-8,5 cm, lebar daun 2-4 cm, helaian daun tipis tegar seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), ujung meruncing (acuminatus), pangkal membulat, tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan atas dan bawah licin mengkilat.  
 
Daun pada Averrhoa carambola, merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki ibu tangkai daun, tangkai anak daun dan anak daun. Susunan tulang daun (Nervatio) belimbing adalah menyirip (penninervis). Mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari samping ibu tangkai (petiolus communis) keluar tangkai anak daun atau tulang cabang (petiololus) mirip sirip ikan.  
 
Batang (caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbutubuh tumbuhan. Belimbing (Averrhoa Carambola L) merupakan tumbuhan yang jelas berbatang, jenis batangnya adalah batang berkayu (lignosus). Keras dan kuat, terdiri dari kayu dan tergolong jenis pohon-pohonan (arbores). Permukaan batang belimbing (Averrhoa Carambola L) yaitu memperlihatkan banyak lentisel.  
 
Bentuk batang belimbing (Averrhoa Carambola L) berdasarkan bentuk penampang melintangnya adalah bulat (teres). Arah tumbuh batang belimbing manis (Averrhoa Carambola L) adalah tegak (erectus) arahnya lurus ke atas. Arah tumbuh cabang pada belimbing manis (Averrhoa Carambola L) ada yang condong ke atas (patens) dan ada juga yang mendatar (horizontalis). Umur batang belimbing biasanya berumur panjang (perennial).  
 
Akar (Radix)
Akar adalah bagian pokok bagi tumbuhan yang tubuhnya lelah merupakan kormus (sejati). Bagian akar yang dimiliki oleh belimbing (Averrhoa Carambola L) adalah pangkal atau leher akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus radicis), cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), bulu akar (pilus radicalis), tudung akar (calyptra).
 
Jenis perakaran belimbing (Averrhoa Carambola L) adalah akar tunggang bercabang (ramosus) karena tergolong tumbuhan di cotyledonae. Berbentuk kerucuk panjang, tumbuh lurus ke bawah. Alat tambahan belimbing (Averrhoa Carambola L ) umumnya tidak memiliki stipula.  
 
Bunga (Flos)
Jumlah bunga pada belimbing (Averrhoa Carambola L) yaitu berbunga banyak (planta multiflora). Tata letak bunga belimbing (Averrhoa Carambola L) terdapat pada diketiak daun (flos lateralis axillaris) batang yang tua. Jenis bunga majemuk pada tumbuhan ini adalah bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau centrifugal). Bunga mekar mulai dari sumbu pokok dari tengah ke pinggir. Malai (panicula) bunga terkumpul rapat.
 
Belimbing memiliki bagian-bagian bunga seperti tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptaculum, kelopak (calyx), mahkota (corolla), daun mahkota berlekatan (gamopetalus).  
 
Belimbing (Averrhoa Carambola L) berkelamin ganda (hermaphrodites). Didalamnya terdapat benang sari dan putik. Susunan sebagian tangkai putik panjang tangkai benang sari pendek, sebagian lagi tangkai putik pendek tangkai benang sari panjang. Proses penyerbukannya yaitu dengan perantara binatang (zoidiophyly, zoidiogamy). Spesifikasi penyerbukan dengan perantara serangga entomophyly, entomogamy. Biasanya dibantu lebah (Hymenoptera).  
 
Buah (fructus)
Belimbing (Averrhoa Carambola L) merupakan golongan buah buni atau bacca memanjang dengan 5 rusuk tajam. Berbuah setelah 2-5 tahun. Buah buni memiliki 2 lapisan yaitu lapisan luar yang tipis, kuat, dan agak menjangat, serta lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair. Tergolong buah sejati tunggal berdaging. Warna buah belimbing (Averrhoa Carambola L) pada saat muda adalah hijau tua sedangkan ketika sudah matang warna buahnya kuning. Ukuran buahnya berkisar 4-13 cm.  
 
Biji (semen)
Bentuk biji belimbing (Averrhoa Carambola L) adalah pipih. Belimbing manis (Averrhoa Carambola L) memiliki kulit biji. (Spermodermis) terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar atau testa yang berwarna coklat muda, dan lapisan dalam atau tegmen yang berwarna coklat tua. Di sebelah luar di sebagian tepinya keluar cairan seperti lendir yang merupakan bagian dari arilus.  
 
Tali pusar (Funiculus)
Tali pusar (funiculus) pada tumbuhan belimbing (Averrhoa Carambola L) sudah tidak tampak. Inti biji (Nucleus seminis) memiliki lembaganya lurus (embryo), endospermanya berdaging warna putih. Tumbuhan belimbing (Averrhoa Carambola L) memiliki sinomin Averrhoa pentandra. Perbanyakannya secara generative melalui biji. Mengandung antioksidan yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas yang dapat memicu sel kanker. 
 
 
Habitat dan Syarat Tumbuh
Pada umumnya, Belimbing ditanam dalam bentuk kultur pekarangan, yaitu diusahakan sebagai usaha sambilan sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Seperti tanaman buah-buahan lainnya, tanaman Belimbing juga akan tumbuh dan berbuah secara optimal jika kondisi lingkungannya optimal pula. Memang tidak mudah mendapatkan kondisi optimal, sebab terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut antara lain :
 
Iklim
Iklim merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam keberhasilan budidaya tanaman Belimbing. Iklim di suatu daerah berbeda dengan daerah lain karena perbedaan letak garis lintangnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa tanaman Belimbing akan tumbuh baik di daerah beriklim tropis. Beberapa unsur iklim yang cukup mempengaruhi keberhasilan pertumbuhan pohon Belimbing antara lain curah hujan, sinar matahari, kelembapan, dan angin. Unsur iklim tersebut akan saling terkait sehingga membentuk suatu iklim. Dan iklim menentukan keberhasilan tumbuhnya tanaman Belimbing. Tanaman Belimbing memerlukan curah hujan yang tinggi. Karenanya, pertumbuhan tidak akan terhambat sekalipun ditanam di daerah cukup basah, tetapi harus diperhatikan juga agar air tidak terlalu berlebihan karena akan menyebabkan busuknya akar.
 
Keadaan Tanah
Tanaman Belimbing tidak banyak menuntut persyaratan tanah, tetapi secara umum tanaman Belimbing menghendaki hidup di tanah yang gembur, berdrainase baik, tetapi mampu menahan air sehingga keadaan tanahnya selalu lembap. Tanah dengan kandungan unsur hara yang seimbang sangat cocok untuk pertumbuhannya. Faktor yang sangat menentukan adalah keasaman tanah (pH tanah). Keasaman yang cukup baik dan masih bisa ditolerir oleh tanaman Belimbing berada di antara 145,5 sampai 7,0. Dengan pH tanah seperti itu, diperkirakan terdapat keseimbangan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.
 
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya matahari di suatu tempat. Tanaman Belimbing merupakan salah satu jenis tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi. Pertumbuhannya akan semakin baik jika ditanam di daerah dekat pantai atau di dataran rendah yang panas dan lembap. Secara umum dijelaskan oleh Beliau tanaman Belimbing dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika ditanam di tempat dengan ketinggian 0 sampai 500 m di atas permukaan air laut. Ketinggian tempat ini akan mempengaruhi waktu pembungaan dan pembuahan. 
 
Manfaat Belimbing (Averrhoa Carambola L)
Bagian yang bisa dimanfaatkan dari tanaman belimbing manis antara lain daun, bunga, akar, dan tentunya buah belimbing.
 
1. Buah belimbing banyak dimanfaatkan sebagai sumber konsumsi ataupun obat, sebagai konsumsi, buah belimbing bisa dimakan secara langsung ketika buah matang, ataupun diolah terlebih dahulu seperti dibuat wine, jus, ataupun acar teh.
 
2. Bunga belimbing juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan ramuan obat untuk mengatasi beberapa penyakit antara lain batuk, sariawan (stomatitis),dan juga malaria.  
 
3. Daun belimbing manis dapat dijadikan ramuan obat untuk mengatasi radang atau sakit pada perut, gondongan (parotitis), maag, radang kulit bernanah, melancarkan air seni, dan sebagai obat bisul.  
 
4. Akar belimbing manis bisa digunakan sebagai ramuan obat untuk mengatasi penyakit rhematik, nyeri sendi dan sakit kepala.  
 
5. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah belimbing manis bermanfaat sebagai antioksidan yang berfungsi untuk memerangi radikal bebas dan mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah sariawan.  
 
6. Pektin yang terdapat dalam buah belimbing manis mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus, kemudian membantu pengeluarannya sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan melancarkan pencernaan.  
 
7. Sedangkan kandungan Kalium yang tinggi dan Natrium yang rendah sangat memungkinkan Belimbing Manis dijadikan sebagai obat anti hipertensi.
 
Dalam dunia kesehatan, manfaat buah belimbing antara lain:
  • Untuk mengatasi penyakit batuk pada anak-anak.
  • Mengatasi sariawan dan gusi berdarah.
  • Mengurangi rasa sakit gigi berlubang.
  • Mengatasi jerawat dan panu.
  • Membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Membantu memberikan perlindungan kepada tubuh terhadap kelumpuhan.
  • Kandungan serat pada buah dapat membantu melancarkan proses pencernaan.
  • Baik dikonsumsi ketika diet karena pectin yang terkandung didalam buah belimbing bisa membantu menghancurkan kolesterol.
  • Mengatasi radang rectum.  
 
Pada penderita penyakit ginjal,dan penderita diabetes sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi buah ini karena akan memperparah penyakitnya, sebab buah ini mempunyai kandungan Asam Oxalat dan kadar gula yang tinggi. Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.
 
Demikian pembahasan tentang Karakteristik Morfologi Tanaman Belimbing (Averrhoa Carambola L) Tanaman Buah Perkarangan. Dimuat dari sumber :
https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1105315075-3-BAB%20II.pdf
http://ririnputri11.blogspot.com/2017/07/makalah-botani-umum.html
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan kata pencarian, "tanaman buah belimbing, karakteristik tanaman belimbing, pohon buah belimbing perkarangan". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.



 pasang iklan


No comments: