Klasifikasi dan Karakteristik Morfologi Pohon Buan Nangka (Artocarpus heterophylla Lamk)

Tanaman nangka merupakan jenis tanaman yang banyak ditanam di daerah tropis, seperti Indonesia. Tanaman ini cukup dikenal di seluruh dunia. Dalam bahasa Inggris disebut Jackfruit, sedangkan dalam bahasa latin disebut Artocarpus heterophyllus. Tanaman ini diduga berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya. Meskipun sampai saat ini nangka belum merupakan buah-buahan mayor di Indonesia, tetapi keberadaannya sudah sangat popular dan digemari sebagai buah segar. Tanaman ini umumnya ditanam sebagai tanaman kebun. Pohon nangka mulai berbuah setelah berumur 8-10 tahun dengan berat 15-50 kg perbuah. Tanaman nangka berbuah sepanjang tahun dan bukan merupakan buah musiman. Produksi buah tertinggi dicapai sekitar bulan Oktober sampai Desember. 
 
 
Varietas nangka lebih banyak dikenal dari bentuk, ukuran, warna, rasa dan tekstur buahnya. Dari parameter tersebut, maka dikenal berbagai varietas buah nangka, antara lain nangka biasa, nangka bubur (dagingnya lunak dan berair), nangka kapuk (mempunyai buah yang besar dan panjang, warna kulit hijau segar dengan duri-duri besar dan jarang), nangka salak (mempunyai daging kencang seperti salak), nangka pandan (aromanya harum seperti daun pandan), nangka sukun (bijinya kecil-kecil sekali), nangka kunir (dagingnya kuning seperti kunir atau kunyit), nangka hutan (buahnya lebih kecil dengan aroma yang tajam)

Klasifikasi Pohon Buah Nangka : 
 
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) 
Sub-divisi : Angiospermae (berbiji tertutup) 
Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua) 
Ordo : Morales 
Famili : Moraceae 
Genus : Artocarpus 
Spesies : Artocarpus heterophylla Lamk. 
 
Karakteristik Morfologi Tanman Buah Nangka
 
Tanaman nangka mempunyai struktur perakaran tunggang.Akar utama (pokok) berbentuk bulat panjang dan menembus tanah cukup dalam, sementara akar cabang dan bulu akar menyebar ke segala arah. 
 
Batang tanaman nangka berbentuk bulat panjang, berkayu keras, dan Universitas Sumatera Utaratumbuh lurus dengan diameter antara 30 cm 100 cm. Serat kayu halus dan berwarna kuning. Dalam bidang industri, kayu nangka banyak dimanfaatkan untuk kerajinan pahat (patung) dan ukir-ukiran. 
 
Bunga tanaman nangka tumbuh berkelompok, muncul pada batang dan cabang-cabang besar. Bungajantan dan betina berada di satu pohon, dapat menyerbuk sendiri, sehingga tanaman yang berasal dari biji memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. 
 
Buah nangka umumnya berbentuk lonjong atau bulat, berukuran besar, dan berduri lunak.Terbentuk dari rangkaian bunga majemuk, yang dari luar tampak seolah-olah satu. Oleh karena itu, nangka termasuk dalam kelompok "buah semu". Berdasarkan umur (tingkat perkembangannya), buah nangka dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu babal, gori/ tewel, dan nangka. Babal merupakan bakal buah nangka yang masih sangat kecil (berukuran sebesar ibu jari). 
 
 
Apabila kebetulan tidak dapat menjadi buah karena sebab-sebab tertentu, babal tersebut akan gugur. Babal yang gugur akan memiliki aroma yang menyerupai buah nangka matang. Oleh karena itu, sering kali dimanfaatkan sebagai bahan penyedap dalam pembuatan rujak manis. Gori atau tewel merupakan sebutan bagi buah nangka yang masih mentah dan muda, yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan sayur/ masakan. Gori ini, baik daging buah, dami, maupun bijinya, secara keseluruhan masih berwarna putih. 
 
Biji nangka memiliki bentuk bulat panjang atau lonjong, tergantung pada jenis/varietas nangkanya. Secara garis besar, biji nangka memiliki tiga lapis kulit: kulit luar yang berwarna kuning dan agak lunak; kulit tengah yang berwarna putih dan liat; serta kulit ari (dalam) yang berwarna cokelat dan menempel pada daging biji.
 
Nangka diperbanyak dengan bijinya. Biji nangka merupakan bahan yang sering terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada selbagian kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan tambahan misalnya diolah menjadi kolak. Biji nangka berbentuk bulat sampai lonjong, berukuran kecil lebih kurang dari 3,5 cm berkeping dua dan rata-rata tiap buah nangka berisi biji yang beratnya sepertiga dari berat buah, sisanya adalah kulit dan daging buah. 
 
Jumlah biji per buah 150 - 350 biji dan panjang biji nangka sekitar 3,5 cm - 4,5 cm. Hingga saat ini biji nangka masih merupakan bahan non-ekonomis dan sebagai limbah buangan konsumen nangka. Biji nangka terdiri dari tiga lapis kulit, yakni kulit luar berwarna kuning agak lunak, kulit luar berwarna putih dan kulit ari berwarna cokelat yang membungkus daging buah. 
 
Potensi biji nangka (Arthocarpus heterophyllus lamk) yang besar belum dieksploitasi secara optimal. Sangat rendahnya pemanfaatan biji nangka dalam bidang pangan hanya sebatas sekitar 10% disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat dalam pengolahan biji nangka. 
 
Biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 g/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1 mg). Selain dapat dimakan dalam bentuk utuh, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung. Selanjutnya dari tepungnya dapat dihasilkan berbagai makanan olahan.
 
Bagian tanaman nangka yang banyak dimanfaatkan adalah daging buahnya. Baik buah nangka yang masih muda maupun yang sudah matang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Buah nangka muda (gori)dapat diolah menjadi sayur gudeg, sayur gulai nangka, dan pecel. Buah nangka matang dapat dimakan langsung, dikalengkan, dibuat bubuk kosentrat, sari buah, dodol, wajik, kolak, manisan, sirup, selai, pasta atau dibuat keripik.  
 
 
Buah nangka pada umumnya dipanen dalam keadaan tua atau sedikit lewat tua tetapi belum matang di pohon. Buah ini bersifat mudah rusak dan biasanya dikonsumsi secara langsung dalam bentuk segar atau sebagai campuran minuman. Ciri-ciri buah nangka yang sudah matang yaitu memiliki duri yang besar dan jarang, mempunyai aroma nangka yang khas walaupun dalam jarak yang agak jauh, setelah dipetik daging buahnya berwarna kuning segar, tidak banyak mengandung getah. Buah tersebut bisa dimakan langsung atau diolah menjadi berbagai masakan.
 
Beberapa bagian tanaman dan buah nangka yang dapat dimanfaatkan antara lain sebagai berikut: 
 
1.Akar banyak digunakan sebagai obat diare di Nepal. 
2.Getah berwarna putih, sangat lekat, dan terdapat hampir di seluruh bagian tanaman, termasuk kulit buah. Getah nangka sering dimanfaatkan sebagai obat abses (bengkak bernanah) dan bisul dengan ditambah sedikit cuka. 
3.Batang dan cabang yang berserat halus serta berwarna kuning gading banyak digunakan sebagai bahan pembuatan barang-barang kerajinan (pahat/patung, ukir-ukiran, cenderamata, gitar); bahan bangunan; perkakas rumah tangga; alat-alat dapur; maupun kayu bakar.

Demikian ulasan singkat tentang klasifikasi dan karakteristik morfologi tanaman buah nagka. Dimuat berdasarkan keterangan dari sumber :
http://e-journal.uajy.ac.id/7911/3/BL201202.pdf
http://eprints.ums.ac.id/10929/2/Bab_I.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/68545/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
Gambar dimuat berdasarkan hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "pohon nangka, tanaman buah nangka, karakteristik tanaman nagka". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments: