Sekilas Ciri Karakteristik Tanaman Buah Duku dan Langsat (Lansium domesticum)

Tanaman Duku & Langsat (Lansium domesticum) termasuk dalam famili Meliaceae dan penyebaran tumbuhan ini berasal dari Peninsula, Thailand sampai Borneo dalam jumlah besar. Pada jumlah kecil, L. domesticum Corr. ditanam di Vietnam, Myanmar, India, Srilanka, Hawaii, Australia, Suriname, dan Puerto Rico. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian 800 m diatas permukaan laut, tanah dengan drainase yang baik dan pH tanah sedikit asam sampai netral sekitar 5.5-6.6, curah hujan yang cukup sekitar 2000-3 000 mm per tahun dan suhu 25-35 oC. 
 
 
Langsat dan duku merupakan tanaman buah musiman yang cukup dikenal di Indonesia. Langsat termasuk dalam spesies L. domesticum. Spesies ini terdiri dari beberapa varietas yang sangat bervariasi dalam sifat-sifat pohon dan buahnya, sehingga ada para ahli yang memisahkannya kedalam kelompok yang berlainan. Pada garis besarnya, ada dua kelompok besar buah ini, yakni yang dikenal dengan duku dan yang dinamakan langsat. Kemudian ada kelompok campuran duku-langsat, serta kelompok terakhir yang di Indonesia dikenal sebagai kokosan. Kelompok duku dicirikan dengan butiran buahnya agak besar, cenderung bulat, berkulit agak tebal namun cenderung tidak bergetah bila masak. Kelompok langsat dicirikan dengan bentuk buah yang berbentuk bulat telur, berkulit tipis dan bergetah (putih) sekalipun telah masak.
 
Lansium domesticum atau biasa disebut juga dengan duku termasuk dalam famili Meliaceae dan merupakan tanaman berupa pohon tinggi yang tegak dan menahun. Tinggi pohonnya dapat mencapai 20 m dengan diameter batang 35-40 cm. Batangnya beralur-alur dalam dan menjulur tinggi. Kulit batangnya berwarna cokelat kehijauan atau keabu-abuan, pecah-pecah, dan bergetah putih. Kulit batangnya tipis dan sukar dilepaskan dari batangnya. 
 
Klasifikasi Tanaman Langsat atau Duku : 
 
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Anak Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Anak Kelas : Dialypetalae
Bangsa : Rutales
Suku : Meliaceae
Marga : Lansium
Spesies : Lansium domesticum Correa 
 
Daun duku merupakan daun majemuk ganjil tersusun berselang-seling. Setiap rangkai daunnya terdiri atas 5-7 helai anak daun yang berbentuk elips panjang, berpinggir rata, pangkal asimetrik dan ujungnya meruncing. Kedua permukaan daun duku berwarna hijau tua atau agak kekuningan. Bunganya merupakan bunga majemuk tandan. Bentuk bunganya seperti mangkuk dan merupakan bunga banci (terdapat putik dan benang sari dalam 1 bunga). Kelopak bunga tebal dan berjumlah 5 helai. Mahkota bunganya terdiri dari 4-5 helai dan tebal.  
 
 
Buahnya berbentuk tandan, bentuk buahnya bulat atau bulat memanjang berdiameter sekitar 2-4 cm. Kulit buah duku muda berwarna hijau dan berubah menjadi kuning saat matang. Daging buahnya tebal, putih jernih agak transparan, agak kenyal, dan rasanya manis atau manis keasaman. Buah duku matang tidak mengeluarkan getah jika dibuka, bijinya kecil dan sedikit, daging buahnya tebal dan banyak, serta rasa daging buahnya manis. Tanaman duku butuh curah hujan sekitar 2000-3000 mm per tahun dengan suhu 25-25⁰C dan butuh musim kemarau selama 3-4 minggu untuk merangsang perkembangan bunga. Duku tumbuh pada ketinggian kurang dari 600 m dengan jenis tanah berupa tanah liat dengan pH 5,5-6,6 serta drainase yang baik. 
 
Duku dapat dibedakan dari tanaman yang satu spesies namun beda varietas yakni langsat. Langsat memiliki batang yang lebih kurus, daun berwarna hijau tua dengan permukaan atas dan bawah daun berbulu halus dan kurang lebat. Daun duku pada permukaan atas dan bawah tidak berbulu. Percabangannya tegak dan tandan buah langsat panjang, padat dan terdiri dari 15-25 butir buah per tandan, sedangkan tandan duku pendek dan hanya berisi 3-10 buah per tandan. Buah langsat bentuknya bulat telur dan ukurannya besar, sedangkan buah duku bentuknya bulat dan besar. Buah langsat bergetah bila masak, sedangkan buah duku tidak bergetah bila masak. Buah langsat juga terasa lebih masam daripada duku.
 
Manfaat utama tanaman buah ini, yaitu dimakan dalam keadaan segar atau diolah menjadi makanan olahan lainnya, seperti kismis, selai, dan pure. Bagian tanaman lainnya yang bermanfaat dan digunakan secara tradisional adalah biji yang pahit rasanya, ditumbuk dan dicampur air untuk obat cacing, obat demam, dan juga obat malaria. Kulit kayunya dimanfaatkan sebagai obat disentri dan malaria, sementara tepung kulit kayu ini dijadikan tapal untuk mengobati gigitan kalajengking. Kulit buahnya juga digunakan sebagai obat diare, dan kulit buah yang dikeringkan biasanya dibakar sebagai pengusir nyamuk.  
 
Tiap 100 g buah duku mengandung: 84 g air; sedikit protein dan lemak;14,2 g karbohidrat, terutama gula pereduksi seperti glukosa; 0,8 g serat; 19 mg Ca; 275 mg K; vitamin B1 dan B2;vitamin C, E.. Kulit buah duku yang segar mengandung 0,2% volatile oil dan resin. Pada kulit buah yang kering mengandung semi-liquidoleoresin yangterdiri dari 0,17% volatile oil dan 22% resin. Kulit buah duku juga mengandung senyawa kimia yang terdiri dari alkaloid, saponin, flavonoiddan polifeno.
 
Buah langsat mengandung daging buah sebanyak 68%, sisanya berupa kulit dan biji. Daging buah kaya akan gula sukrosa, fruktosa dan glukosa sehingga terasa manis. Setiap 100 g buah langsat mengandung 56 kalori, 0.9 g protein, 0.20 g lemak, 14.30 g karbohidrat, 17 mg kalsium, 24 mg fosfor, 1.10 mg zat besi, 0.07 mg vitamin B1, 3 mg vitamin C, dan 84.10 g ai. 
 
Demikian ulasan singkat tentang tanaman buah duku dan langsat. dimuat dari :
http://e-journal.uajy.ac.id/12519/3/BL013552.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/54379/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/59054/5/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf
Gambar berdasarkan penelusuran google gambar. Sekian semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments for "Sekilas Ciri Karakteristik Tanaman Buah Duku dan Langsat (Lansium domesticum)"