Tanaman Buah Alpukat (Persea americana mill) Klasifikasi Morfologi dan Beberapa Varietas Jenisnya

Tanaman alpukat (Persea americana mill) merupakan tanaman buah yang berasal dari daratan tinggi Amerika Tengah dan memiliki banyak varietas yang tersebar di seluruh dunia. Alpukat secara umum terbagi atas tiga tipe yaitu tipe West Indian, tipe Guatemalan, dan tipe Mexican. Daging buah berwarna hijau dibagian bawah kulit dan menguning kearah biji. Warna kulit buah bervariasi, warna hijau karena kandungan klorofil atau hitam karena pigmen antosiasin.

 
 
Alpukat termasuk tanaman hutan yang tingginya mencapai 20 meter. Bentuk pohonnya seperti kubah sehingga dari jauh tampak menarik. Daunnya panjang (lonjong) dan tersusun seperti pilin. Pohonnya berkayu, umumnya percabangan jarang dan arahnya horizontal. Bunga alpukat keluar pada ujung cabang atau ranting dalam tangkai panjang. Warna bunga putih dan setiap bunga akan mekar sebanyak dua kali.  
 
Penamaan buah ini di beberapa daerah di Indonesia yaitu Alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pokat (Lampung). 
 
Taksonomi klasifikasi tanaman buah alpukat.

Ahli botani menyebutkan buah alpukat terdiri dari satu karp dan sebuah biji. Perikarp adalah jaringan buah yang menyelimuti biji, yang terdiri dari bagian kulit yang disebut eksokarp, bagian daging buah yang dapat dimakan yaitu mesokrap dan lapisan tipis dekat biji yang disebut endokarp.
 
Bagian mesokarp sebagian besar terdiri dari sel-sel parenkim isodia metrik yang seragam, dengan ukuran diameter sekitar 60 μm. Seluruh jaringan ini adalah sel-sel minyak yang khusus. Sel-sel minyak atau idioblast dibedakan oleh ukurannya yang besar dan berdinding lignin.  
 
Kedudukan tanaman alpukat dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut: 
 
Divisi : Spermatophyta 
Sub divisi : Angiospermae 
Kelas : Dicotyledoneae 
Bangsa : Ranales 
Keluarga : Lauraceae 
Marga : Persea
Jenis : Persea americana Mill.
 
Karakteristik umum morfologi tanaman buah alpukat. 
 
Berdasarkan morfologinya, tanaman alpukat termasuk jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, dan ranting berambut halus. Daun pada tanaman alpukat ini berbentuk tunggal dengan tangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan diujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal sepertikulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak menggulung keatas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm. Daun muda pada tanaman alpukat mempunyai warna kemerahan dan berambut rapat, sedangkan daun tua warnanya hijau dan gundul. 
 
 
 
Bunga pada tanaman alpukat merupakan bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buah pada tanaman alpukat ini termasuk golongan buah buni, berbentuk bola atau bulat telur, mempunyai panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan.
 
Biji pada tanaman alpukat berbentuk bulat seperti bola, mempunyai diameter 2,5-5 cm dengan keping biji putih kemerahan. Buah alpukat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. Minyak pada buah alpukat ini dapat digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.  
 
Alpukat adalah tanaman diploid (2n=12), berbiji tunggal yang besar sekali.Kulit luar agak tebal, kulit tengah tebal berdaging lunak, dengan lapisan kulit dalam tipis berbatasan dengan kulit biji. Berat buah rata- rata antara 200- 400gram, tetapi kadang-kadang ada yang mencapai 600-700 gram, tergantung pada varietasnya. Jumlah buah tiap tahunnya ± 200 buah/ pohon.  
 
Buah alpukat termasuk buah buni, berbentuk bola atau buah peer, panjang 5–20 cm, berbiji 1, tanpa sisa bunga yang tinggal, berwarna hijau atau hijau kuning, keungu-unguan atau berbintik-bintik, gundul. Biji pada buah alpukat ini berbentuk bola dengan garis tengah 2,5–5 cm.  
 
Tanda-tanda kematangan optimal pada alpukat, yaitu: bila buah digoyang-goyang dapat berbunyi, karena bijinya terlepas dari daging buah dan rongga buah melebar. Buah yang sudah masak dan dipetik perlu disimpan selama beberapa hari lagi agar dapat dimakan dagingnya. Waktu berbuah secara lebat adalah pada bulan Desember sampai Pebruari, dan berbuah biasa antara bulan Mei-Juni.  
 
Pohon alpukat yang berukuran besar mampu menghasilkan jutaan bunga dalam semusim. Bunga tersebut muncul diujung tunas. Bunga betinanya tunggal, dengan tangkai sari panjang dan diakhiri dengan kepala sari yang membesar. Benang sarinya sebanyak 9, yang tumbuh dari 2 lingkaran tempat kedudukan. Lingkaran tempat kedudukan sebelah dalam (inner stamen) mempunyai 3 benang sari sedangkan yang luar (outer stamen) mempunyai 6.  
 
Bunga alpukat bersifat sempurna (hermaprodit), tetapi sifat pembungaannya dichogamy, artinya tiap bunga mekar 2 kali berselang, menutup antara 2 mekar dalam waktu berbeda. Pada hari mekar pertama, bunga betina yang berfungsi sedangkan pada hari mekar berikutnya bunga jantan yang berfungsi.  
 
Berdasarkan sifat pembungaannya, tanaman alpukat dibedakan menjadi 2 tipe. Tipe A: bunga betina mekar pada pagi hari sedangkan bunga jantan mekar pada sore hari pada hari berikutnya. Tipe B: bunga betina mekar pada sore hari dan bunga jantan mekar pada pagi hari berikutnya.  
 
Pertumbuhan individu bunga alpukat mempunyai dua tahap. Tahap Ia dalah membukanya bunga betina dengan kepala putik yang reseptif (siang diserbuki oleh bunga jantan). Pada tahap tersebut, penyerbukan dan pembuahan dapat berlangsung. Selanjutnya bunga tersebut menutup kembali sesudah tahap Idan membuka pada tahap II, yaitu penyebaran tepung sari.

 
 
Keadaan umum lingkungan tempat tumbuh tanaman buah alpukat. 
  • Iklim  
1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah.  
 
2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m.  
 
3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat.  
 
4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 ºC. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30ºC atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7ºC, Guatemala sampai -4,5ºC, dan Hindia Barat sampai 2ºC.

  • Media Tanam  
1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, sistem drainase (pembuangan air) yang baik, subur dan banyak mengandung bahan organik.  
 
2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvialloam).  
 
3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara Ph sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang.  
 
  • Ketinggian Tempat 
Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl, sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000m dpl.

 
 
Beberapa jenis varietas tanaman buah alpukat yang umum dikenal  
 
Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:  
 
  • 1. Ras Meksiko 
Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin.  
 
  • 2. Ras Guatemala 
Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 mdpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai-4,5ºC). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang.  
 
  • 3. Ras Hindia Barat 
Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah.  
 
Demikian pembahasan tentang Karakteristik dan Morfologi Tanaman Buah Alpukat (Persea americana mill) Serta Varietas Jenisnya. Dimuat berdasarkan sumber dari :  
  • http://eprints.polsri.ac.id/993/3/BAB%20II.pdf
  • http://etheses.uin-malang.ac.id/964/4/04520002%20Bab%202.pdf
  • http://eprints.umm.ac.id/39684/3/BAB%20II.pdf  
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan kata pencarian "tanaman bauh alpukat, pohon buah alpukat, jenis varietas pohon buah alpukat, klasifikasi dan morfologi tanaman buah alpukat". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments for "Tanaman Buah Alpukat (Persea americana mill) Klasifikasi Morfologi dan Beberapa Varietas Jenisnya"