Metode atau langkah Mudah Budidaya Tanaman Sayur Bayam (Amaranthus sp.) Secara Organik.

Tanaman bayam (Amarathus sp) sangat mudah dikenal, yaitu berupa perdu yang tumbuh tegak, batangnya tebal berserat dan sukulen pada beberapa jenis mempunyai duri. Daunya bias tebal dan tipis, besar atau kecil, berwarna hijau atau ungu kemerah-merahan ( pada jenis bayam merah ). Bunganya berbentuk pecut, muncul dipucuk tanaman atau pada ketiak daun. Bijinya berukuran sangat kecil berwarna hitam atau coklat dan mengkilap. Bayam diperbanyak melalui biji, hanya biji bayam tua yang baik yang dijadikan benih. Persyaratan benih atau biji yang baik untuk bertanam bayam adalah dapat memenuhi syarat seperti berasal dari induk yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, daya kecambah 80% dan memiliki kemurnian benih yang tinggi. Disamping itu benih atau bibit yang digunakan diusahakan merupakan benih unggul agar nantinya tahan terhadap hama dan penyakit serta hasil bayam yang dihasilkan memuaskan. 



Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus sp. Kata “amarath” dalam bahasa yunani berarti “everlasting” (abadi). Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tanaman hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia. 

Pusat penanaman bayam di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479 hektar). Propinsi lain berada pada kisaran luas panen antara 13.0-2.376 hektar. Di Indonesia total luas panen bayam mencapai 31.981 hektar atau menempati urutan ke-11 dari 18 jenis sayuran komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan oleh Indonesia. Produk bayam Nasional sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63 kuintal per hektar. 

Jenis bayam sangat beragam, diantaranya bayam ada yang dibudidayakan ada juga yang tidak dibudidayakan. Bayam yang liar atau yang tidak dibudidayakan ada dua jenis yaitu bayam tanah (Amaranthus blitum L.) dan bayam berduri (Amaranthus spinosus L.). Bayam tersebut enak untuk dimakan walau teksturnya agak keras dan kasap. Warna batangnya kemerah merahan. Sementara bayam yang bisa ditanam atau diusahakan umumnya berbiji hitam, diantaranya bayam cabut dan bayam tahun. 

Beberapa kultivar A. Tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula diolah menjadi sayur. Jenis tanaman hias lainnya adalahA. Caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Ditempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji) sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan. Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat. 



Syarat tumbuh tanaman bayam
Tanaman bayam dapat tumbuh kapan saja pada waktu musim hujan atau kemarau. Tanaman ini kebutuhan airnya cukup banyak sehingga paling tepat ditanam saat awal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober-November. Bisa juga ditanam pada awal musim kemarau, sekitar bulan Maret-April. Bayam dapat ditanam pada setiap jenis tanah, yang terpenting tanah tersebut banyak mengandung bahan-bahan organik. 

Tanaman bayam banyak tumbuh didaerah tropika dan sub tropika, didataran rendah dengan ketinggian mencapai 200 mdpl, pH tanah 6-7 tetapi juga bisa hidup pada pH tanah 8.5 maupun tanah masam. Sedangkan temperatur yang dikehendaki antara 35-40° C dengan curah hujan antara 1.000-2.000 milimeter. Keistimewaan bayam adalah berproduksi tinggi dan cepat panen, mudah diusahakan sebagai tanaman perkarangan serta tidak mudah terserang penyakit. Disamping itu akan lebih baik jika dipanen sebelum berbunga. 

Langkah budidaya Sayut bayam
Pemilihan Lokasi atau kebun
Bayam mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan tumbuh, sehingga dapat ditanam didataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) ± 2000 m dpl. Untuk memdapatkan hasil panen yang optimal, pemilihan kebun bayam harus memperhatikan persyaratan pertumbuhannya, yaitu keadaan lahan harus terbuka dan mendapat sinar matahari penuh, tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan memiliki pH 6-7, dan tidak menggenang atau becek. 

Pengolahan Tanah Pengolahan tanah memegang peranan penting dalam budidaya bayam. Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik tanah agar tanah menjadi lebih gembur dan longgar. Kegiatan pengolahan tanah dapat dilakukan 1-2 minggu sebelum tanam. Tanah yang hendak ditanami bayam dipilih yang cukup terbuka. Setelah dikerjakan kemudian disiapkan dalam bentuk bedengan atau aluran, kemudian beri pupuk organik karena bayam sangat banyak menghisap. Berikut kegiatan pengolahan tanah untuk budidaya bayam dimulai dari : 

a. Penggemburan 
Bayam memerlukan tanah yang gembur dan cukup longgar untuk memudahkan akar tanaman tumbuh dengan baik dan memudahkan pencabutan saat panen. Oleh karena itu sebelum penanaman tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan menggunakan garpu atau cangkul. Selain itu tanah dibersihkan dari rumput atau gulma, sisa-sisa akar tanaman lain, batu-batuan dan sebagainya sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman nantinya. 

b. Pembuatan Bedengan atau Parit 
Setelah penggemburan selesai, tanah dibentuk alur-alur atau bedengan. Bedengan dibuat membujur dari utara ke selatan agar tanaman memperoleh sinar matahari dari timur. Yang selanjutnya bedengan diberi pupuk organik, pupuk organik sangat baik untuk tanah karena dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan kesuburan tanah. Kemudian diantara bedengan diberi parit, yang berguna untuk memudahkan kegiatan panen, pemeliharaan dan pengaturan drainase. Yang selanjutnya bedengan dibiarkan sampai 2-4 hari dengan maksud mengurangi kemasaman tanah, membuat tanah menjadi gembur, mematikan biji atau sisa rumput dan untuk mengetahui apakan tanah bedengan turun atau tidak. 



Penanaman 
Setelah tanah siap ditanam, benih bayam dapat segera ditaburkan pada guritan. Guritan dibuat menurut barisan disepanjang bedengan dengan jarak antar barisan sekitar 20 cm. Sebelum ditaburkan, benih perlu dicampurkan dengan abu sekam dengan perbandingan 1 bagian benih dan 10 bagian abu. Pencampuran ini dimaksudkan agar penaburan benih merata atau tidak bertumpuk-tumpuk. 

Penanaman dilakukan melalui penaburan benih setipis mungkin dan merata dalam alur, kemudian ditutup kembali dengan tanah dari bedengan setebal kurang lebih 1 cm. Penanaman melalui persemaian umumnya untuk penanaman bayam petik. Benih disemai pada persemaian, kemudian setelah tumbuh (kurang dari 10 hari) dipindahkan ke lahan, jarak tanam pada sistem ini adalan 20 cm x 20 cm.  

Pemeliharaan 
Pemeliharaan merupakan tindakan merawat tanaman yang dibudidayakan mulai dari pemupukan, penyiraman, penyiangan, pendaringan, sampai pengendalian terhadap hama dan penyakit. Pemeliharaan yang buruk akan memberikan hasil yang buruk pula. Umur tanaman yang singkat, daerah yang relatif dangkal, banyaknya hamapenyakit yang mengganggu, dan tingginya kebutuhan kadar air adalah beberapa hal yang memperjelas pentingnya pemeliharaan. Beberapa hal yang perlu dilakuakan dalam pemeliharaan antara lain : 

Pemupukan 
Pemupukan merupakan salah satu usaha untuk hasil dan kualitas dari tanaman budidaya seperti sayuran. Pupuk dibedakan menjadi dua yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa mahkluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan atau dekomposisi oleh bakteri pengurai. Sedangkan pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan-bahan kimia sehingga memiliki presentasi kandungan hara yang tinggi. 

Pupuk organik (pupuk kandang) merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dibanding bahan pembenah lainnya. Nilai pupuk yang dikandung pupuk organik pada umumnya rendah dan sangat bervariasi, misalkan unsur Nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) tetapi juga mengandung unsur makro esensial lainnya. Sebagai bahan pembenah tanah, pupuk organik membantu dalam mencegah terjadinya erosi dan mengurangi terjadinya retakan tanah. 

Pemberian bahan organik mampu meningkatkan kelembaban tanah dan memperbaiki pengatusan dakhil (internal drainage). Nitrogen dan unsur hara lainnya yang dikandung pupuk organik dilepaskan secara perlahan-lahan. Sehingga penggunaan yang berkesinambungan akan banyak membantu dalam membangun kesuburan tanah. 

Pupuk organik sangat dibutuhkan dalam budidaya bayam, pupuk tersebut diberikan 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi dengan dosis 4 kg/ha. Jika perlu berikan pupukcair 5 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.  

Penyiraman 
Pengairan merupakan syarat mutlak kebehasilan usaha tani bayam. Tanaman bayam tidak menyukai keadaan tanah yang becek dan tergenang. Hal ini menyebabkan kondisi tanah menjadi lembab sehingga akan merangsang tumbuhnya cendawa yang akan menyebabkan akar menjadi busuk. Selain itu, sirkulasi udara didalam tanah menjadi kurang baik. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanah selalu dipertahankan, misalnya dengan pemberian pupuk organik yang teratur dan kecukupan air. Tanaman muda harus disiram secara teratur, saat hujan jarang turun penyiraman harus diperhatikan. Senantiasa gunakan gembor halus untuk penyiraman karena air siraman yang terlalu deras atau kuat bisa merubuhkan tanaman bayam yang batangnya memang tak begitu kokoh.  

Penyiangan 
Penyiangan dapat dilakukan dua minggu sekali, atau tergantung banyaknya gulma yang tumbuh. Rumput-rumput yang tumbuh dicabut. Penyiangan dengan kored pada lahan bayam kebanyakan diluar areal pertanaman atau pada parit/tepi bedengan. Sedangkan rumput yang tumbuh disela-sela tanaman lebih baik dicabut dengan tangan karena tidak akan terlalu merusak tanaman bayam.  

Penjarangan 
Penjarangan tanaman bertujuan untuk menjaga vigor (sosok) tanaman agar kekar dengan daun-daun yang lebar, sehingga lebih menarik dan daya tahan kesegarannya relatif lebih lama. Penjarangan pada tanaman bayam dilakukan apabila tanaman terlalu rapat, tanaman akan cenderung tumbuh etiolasi atau tumbuh tinggi, tetapi dengan diameter batang dan lebar daun yang terlalu kecil. Penjarangan tanaman dilakukan jika pertumbuhannya terlalu rapat, usahakan kerapatan tanaman sekitar 1-2 tanaman per 1 cm panjang alur penanaman. Jika harus dilakukan penjarangan tanaman, lakukan sebelum pemupukan. Caranya cabut tanaman yang paling kecil diantara rumput tanaman di alur-alur yang tampak terlalu rapat. 



Hama dan Penyakit Tanaman Sayur Bayam
Hama tanaman sayuran terdiri atas berupa-rupa golongan binatang yang menyusui hingga melata dari yang dapat dilihat dengan mata hingga yang sekecil-kecilnya yang hanya dapat dilihat dengan loupe. Hama dan penyakit dapat terjangkit disemua bagian tanaman sayuran, tetapi tiap-tiap jenis hama dan penyakit lazimnya mulai dengan menyerang bagian-bagian tertentu pada tanaman.

Panen dan Pasca Panen 
Panen 
Panen adalah suatu tindakan memisahkan bahan makanan (dengan atau tanpa bagian nonedible) langsung dari media tumbuh dan biasanya dilakukan oleh manusia. Cara pemanenan, baik secara mekanik ataupun manual, akan mempengaruhi derajat (tingkat) dan tipe perlukaan, kememaran, sayatan yang terjadi. Bagian-bagian yang rusak merupakan titik-titik masuk bagi jasad renik yang dapat menurunkan kualitas, atau lubang-lubang kehilangan air yang lebih besar dan selanjutnya penurunan ketegaran (turgidity) terutama pada tanaman sayur. Sehingga dalam panen perlu memperhatikan faktor-faktor seperti waktu panen, tingkat kemasakan pada waktu panen, dan cara yang tepat saat panen akan mempengaruhi kualitas pada tanaman yang dipanen. 

Bayam dapat dipanen pada waktu yang relatif singkat, Selain itu panen dapat dilakukan beberapa kali dengan selang waktu beberapa hari. Sesuai dengan caranya umur bayam petik dan cabut dipanen umur 3-4 minggu setelah tanam yaitu saat tinggi tanaman sekitar 20 cm. Pegang batang bagian bawah dan cabut bayam hingga keakarnya. Bila ditarik pada bagian atas sering batang patah menjadi dua. Bila tekstur tanah kurang gembur atau tak ingin menyertai akarnya, bayam cabut dapat dipotong menggunakan pisau. Potonglah batang diatas permukaan tanah, bila tanaman telah tinggi boleh dipotong 2 cm dari permukaan tanah dan bila belum terlalu tinggi bisa dipotong dari mulai batang muncul. Bayam petik dipanen berkali-kali. Setelah 1-1,5 bulan setelah tanam pemetikan awal boleh dimulai. Selanjutnya tanaman dibiarkan tumbuh kembali. Seminggu kemudian bisa dipanen lagi.

Pasca Panen 
Pasca panen adalah tindakan pemisahan hasil produksi pertanian dari media tumbuhnya, yang bertujuan untuk mencegah kehilangan dan mempertahankan mutu. Yang perlu diperhatikan dalam penanganan pasca panen bayam adalah melindungi dari kerusakan fisik atau kebusukan sehingga sampai ditangan konsumen, bayam yang masih dalam keadaan baik dan segar. Kegiatan Pasca panen bayam meliputi : 

1) Pembersihan, adalah suatu tindakan untuk menghilangkan kotoran kotoran berupa tanah dan hama yang menempel pada hasil pertanian menggunakan air yang mengalir sehingga hasil panen menjadi lebih bersih. Daun dan akar dari bayam setelah dipanen cuci dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa tanah yang menempel khususnya dibagian akar. 

2) Pemilihan atau sortasi, adalah tindakan memisahkan produksi hasil pertanaian yang baik atau yang buruk, cacat yang disebabkan oleh kerusakan fisik akibat dimakan hama, penyakit atau pemanenan yang kurang hati-hati. Tidak semua bayam yang telah dipanen layak untuk dipasarkan. Petani atau pedagang perlu melakukan pemilahan atau sortasi dengan memisahkan bayam yang baik dan segar dengan bayam yang cacat. Cacat daun bisa disebabkan oleh kerusakan fisik akibat dimakan hama, penyakit, atau pemanenan yang kurang hati-hati. Selanjutnya potongan bayam perlu dirapikan dengan membuang tangkai atau daun yang rusak. 



3) Pengemasan, Untuk memudahkan dalam pengangkutan dan untuk memberikan daya tarik pada konsumen. Produk yang telah dipanen perlu dikemas. Pengemasan pada bayam dapat dilakukan dengan mengikat bayam dengan menggunakan tali bambu, sedangkan untuk supermarket ikatanya menggunakan plastik isolasi. Dalam satu ikatan biasanya terdiri dari 5-10 tangkai daun dengan berat per ikatan 100-200 gr. Ikatan bayam selanjutnya dimasukan kedalam keranjang bambu atau plastik yang kemudian diangkut. 

4) Pengangkutan, hasil produksi yang telah dikemas kemudian dilakukan pengangkutan, dengan menggunakan alat angkut seperti sepede, gerobak, atau mobil. Dalam melakukan tindakan pengangkutan sebaiknya berhati-hati untuk menghindarkan kerusakan fisik agar tidak menurunkan nilai jual. Selama pengangkutan daun bayam yang tidak tertutup kemungkinan mengalami kerusakan seperti karena benturan dan gesekan. Oleh karena itu dalam pengangkutan bayam perlu ditata dan diletakan dengan baik dan hati-hati, terutama untuk pengangkutan jarak jauh. Diusahakan agar sayuran yang terangkut terlindung dari sinar matahari dan hujan agar tidak cepat layu dan busuk. 

5) Pengkelasan atau grading, adalah pengelompokan hasil pertanian berdasarkan mutu fisik dan masing-masing kelompok mendapat penentuan harga yang berbeda.  

6) Penyimpanan, Untuk mempertahankan kesegaran hasil pertanian sebelum sampai kekonsumen dapat dilakukan tindakan penyimpanan. Bayam mudah layu dan busuk sehingga bayam yang masih dipanen harus segera dipasarkan atau dikonsumsi. Pada suhu kamar, kesegaran daun bayam hanya bertahan 12 jam. Untuk mempertahankan kesegaran bayam, dapat dengan cara mencelukan bagian akar sayuran dalam air atau disimpan dalam lemari pendingin. Penyimpanan dalam lemari pendingin dapat mempertahankan kesegaran bayam sampai 1214 hari. Kondisi simpan yang baik dengan suhu 12,8-21,1° C dengan kelembaban 90-95 %. 

7) Pengolahan, Bayam dapat diolah menjadi berbagai macam makanan seperti sayur bayam, pecel, gado-gado, perkedel bayam, keripik bayam, dll. Pemasakan bayam sebaiknya tidak terlalu lama karena akan menyebabkan kandungan gizi hilang, disamping rasanya menjadi kurang enak dan teksturnya menjadi lunak. Sayur bayam yang telah diolah hanya bertahan selama 8 jam. Karena dalam bayam terkandung zat besi yang tinggi, sehingga dapat menjadi racun apabila dikonsumsi. Bayam juga tidak boleh dihangatkan kembali karena dapat merusak kandungan gizi.

Demikian pembahsan singkat tentang Metode atau langkah Mudah Budidaya Tanaman Sayur Bayam (Amaranthus sp.) Secara Organik. Dimuat berdasarkan Sumber dari :
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/25783/NTQ3NDE=/Teknik-Budidaya-Bayam-Organik-Amarathus-Spp-Sebagai-Jaminan-Mutu-Dan-Gizi-Untuk-Konsumen-Di-Lembah-Hijau-Multifarm-Dukuh-Joho-Lor-Triyagan-Sukoharjo-Propinsi-Jawa-Tengah-abstrak.pdf budidaya tanaman bayam pdf
Gambar dimuat berdasarkan hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "budidaya daun bayam, sayur daun bayam, tanaman sayur bayam". Sekian, semoga dapat menjadi refensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments for "Metode atau langkah Mudah Budidaya Tanaman Sayur Bayam (Amaranthus sp.) Secara Organik."