Teknis Budidaya Tanaman Jahe (Zingiber offcinale) Tanaman Rimpang Berkhasiat



Jahe merupakan tanaman rimpang yang berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Prospek budidaya jahe kedepan sangat menguntungkan, untuk itu perlu mengeathui tehnik atau cara budidaya jahe yang baik.

Pemilihan lokasi
Lokasi tanam yang sesuai dengan persyaratan tumbuh jahe dan tidak merusak lingkungan yaitu ketinggian tempat 0-2,5 m dpl, curah hujan 1500-3000mm. PH 5-58 dan lokasi bukan bekasa tanam rimpang yang sudah ada gejala penyakit. Berikutnya memiliki strukstur tanam yang subur, gembur, banyak mengandung humus dan terakhir drainase baik. 

Persiapan lahan
  • Bersihkan lahan dari batu, kayu, gulma dan sisa-sisa tanaman lain
  • Lakukan pengolahan tanah dengan kedalaman tanah 30 cm
  • Ratakan tanah dan gemburkan
  • Pada tanah datar, buat bedengan dengan lebar sekitar 90-100 cm, tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan (10-30cm)
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman 25x30 cm, jarak tanam sekitar 30x60 cm
  • Arah bedengan dibuat dengan memperhatikan konser versi lahan
  • Lakukan pemberian pupuk organik/kandang yang matang (min 0,5kg/lubang) kedalam lubang tanam 1 minggu sekali sebelum penanaman.

Penanaman
  • Lakukan penanaman pada awal musim penghujan
  • Lakukan penenaman sesuai dengan jarak tanam yang sudah ditentukan dengan kedalaman 15 cm
  • Peletakan benih kedalam lubang dilakukan dengan hati-hati
  • kemudian padatkan tanah sekitar benih

Pemupukan
  • Diberikan pupuk organik yang bermutu baik dengan ciri tidak berbau menyengat, remah, tidak membawa gulma dan hama penyakit.
  • Pemberian pupuk organik kompos atau pupuk kadang dengan dosis 1 karung per 100 m².
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk organik dan abu pada saat pembuatan guludan sebanyak 1 karung per 100 m².
  • Berikan pupuk susulan pada umur 6-8 tin/ha dan abu 3-5 ton/ha.

Pemeliharaan 
  • Lakukan penyiraman yang di sesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan iklimnya.
  • lakukan penyulaman pada umur satu bulan setelah tanam dengan menggunakan benih/bibit dengan umur yang sama.
  • Lakukan penyiangan sekitar 2-3 minggu setelah tanam (sesuai dengan kondisi gulma), lalu lanjutkan sekitar 3-6 minggu sekali.
  • Lakukan pembubunan setiap bulan, mulai umur 2 bulan atau bersamaan dengan penyiangan.

Pengendalian OPT
Hama > jenis hama yang umumnya menyerang tanaman jahe yaitu seperti lalat rimpang dan hama kutu perisai. Lalat rimpang dapat dikendalikan dengan cara kulltur teknis, yakni tidak menanam jahe tumpang sari dengan kunyit atau keluarga Zingiberaceae, kemudidan sortasi rimpang terlebih dahulu sebelum ditanam. Kedua yaitu dengan cara kimiawi, yakni menggunakan insektisida untuk mengendalikan lalat dewasa.

Sedangkan pengendalian hama kutu perisai dapat dicegah dengan penggunaan bahan tanaman yang bersih dan sehat, kemudian memutus siklus hidup OPT, sortasi hasil panen dan sanitasi. Pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan menaburi rimpang dengan abu dan menyikat kutu yang menempel pada rinm[ang dengan sikat halus. Terakhir secara kimiawi, yakni memperlakukan benih dan merendam hasil panen dengan larutan insektisida yang terdaftar dan baik diuntuk digunakan.

Penyakit> Jenis penyakit yang umum didapati pada tanaman jahe yaitu layu oleh bakteri dan busuk rimpang. Pengendalian penyakit layu bakteri dapat dicegah dengan menanam bibit sehat dan tidak menanam jahe pada areal yang terserang penyakit ini minimal 5 tahun. Sebaikanya di tanami tanaman yang bukan inang R. Solanacearum antara lain padi dan jagung. Kemudidan untuk secara mekanis dapat dengan membuat saluran drainase yang baik, sanitasi dan pemeliharaan kebun berkala. pemakaian abun sekam dan ekstrak bawang merah pada tanah terkontaminasi dapat menekan penyakit hingga 33%.

Jenis penyakit berikutnya yaitu busuk rimpang. Penyakit ini sebaiknya dekendalikan dengan memilih benih yang sehat sebelum penanaman, cukup umurnya dan mulus tidak terdapat luka. membuat drainase yang baik dan melakukan pergiliran (rotasi) tanaman. Secara mekanis yaitu melakukan eradikasi selektif dan membakarnya. Kemudidan secara biologi yaitu bekas tanaman yang sakit diberi kompos matang atau agen antagonis seperti Trchoderma spp.


Panen
  • Pemanenan untuk konsumsi dilakukan pada saat rimpang berumur 6-10 bulan. Panen untuk bibit dilakukan minimal 8 bulan.
  • Ciri ciri rimpang siap panen ; warna daun berubah kuning dan batang semua mengering, kulit rimpang kencang dan tidak mudah terkelupas serta aromanya menyengat.
  • Lakukan pemanenan dengan hati-hati menggunakan cangkul/garpu, tidak dengan cara dicabut, kemudidan bersihkan rimpang jahe dari akar, tanah dan batang tanamannya.

Pasca panen
1. Penyortiran awal (basah)
Pisahkan rimpang jahe yang bagus dengan yang busuk/rusak atau cemaran benda asing dan akan diproses untuk dikemas dalam bentuk simplisia dan bahan rimpang jahe segar.

2. Pencucian
Dilakukan dengan sikat plastik untuk menghilangkan kotoran dan dilakukan secara bertahap, tempat pencucian diupayakan mengguanakan air mengalir

3. Penyimpanan dilakukan diruang/gudang bersih dan sirkulasi udaranya baik dan tidak lembab, jauh dari bahan lain penyebab kontaminasi dan bebas dari hama gudang. Jika penyimpanan baik dan benar, maka produk dapat disimpang hingga 10 bulan.

Sekian ulasan singkat tentang teknis budidaya tanaman jahe (Zingiber offcinale) Tanaman rimpang berkhasiat. Dimuat dari sumber brosur dengan judul "Teknis budidaya Jehe (Zingiber Offcinale)". Gambar dimuat dari hasil penelusuran google gambar dengan kata pencarian "tanaman rimpang jahe, budidaya jahe, pertanian tanaman jahe". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaaan yang bermanfaat! Terimakasih.



 pasang iklan


No comments: