Karakteristik Tanaman Pohon Ketapang (Terminalia catappa L) Pohon Rindang Peneduh Taman dan Jalanan

Pohon ketapang adalah nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang yang memiliki nama latin Terminalia catappa. pohon besar dengan tinggi mencapai 25 m dan gemang batang sampai 1.5 m. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat. Perawakannnya khas sekali menyerupai pagoda dengan tajuk yang terlihat bertingkat. Umumnya tumbuh alami di daerah pantai. Namun saat ini banyak dijumpai tumbuh pada daerah-daerah tropis hingga ketinggian 800 m dpl. Pohon ketapang banyak dijumpai di Asia Tenggara, dibawa dari Asia Tenggara dan menyebar ke berbagai belahan dunia lainnya termasuk India, Polinesia, Madagaskar, Pakistan, Afrika Barat, Afrika Timur, Amerika Selatan dan Amerika Tengah Pohon ketapang juga kerap ditanam sebagai pohon peneduh di taman ataupun pinggir jalan. 
 
 
Pohon ketapang mempunyai bentuk cabang dan tajuk yang khas. abangnya mendatar dan tajuknya bertingkat-tingkat mirip struktur pagoda. Terminalia catappa cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah hingga ketinggian sekitar 400 m. Ketapang menggugurkan daunnya duakali dalam satu tahun, sehingga tumbuhan ini bisa bertahan menghadapi bulan-bulan yang kering. Buahnya yang memiliki lapisan gabus dapat terapung-apung di air sungai dan laut hingga berbulan-bulan, sebelum tumbuh di tempat yang cocok. Buahnya juga disebarkan oleh kelelawar.  
 
Tanaman pohon ketapang sering digunakan untuk ramuan tradisional. Diantaranya dapat dipergunakan untuk mengobati diare, radang perut, hipertensi, rematik sendi, disentri, lepra, kudis, dan penyakit kulit lainnya. Bagian tumbuhan ketapang khususnya daun selain untuk obat kulit daun ketapang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan pH air tawar dan menyerap zat-zat kimia yang terdapat pada air tawar. 
 
Pada setiap daerah tumbuhan ketapang mempunyai nama yang berbeda-beda, antara lain: hatapang (Batak); katafa (Nias); katapieng (Minangkabau); lahapang (Simeulue); ketapas (Timor); talisei, tarisei, salrise (Sulawesi Utara); tiliso, tiliho, ngusu (Maluku Utara); sarisa, sirisa, sirisal, sarisalo (Maluku); kalis, kris (Papua Barat)

Klasifikasi Tanaman Pohon Ketapang :
 
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Combretaceae
Genus: Terminalia
Spesies: Terminalia catappa L.

Pohon ketapang memiliki ketinggian 25-40 m (82-130 kaki), kulit batang berwarna abu-abu kecoklatan, bunganya berwarna putih dan berukuran kecil, bagian ujung daun bulat dan tumpul. Daun-daun sebagian besar berjejalan di ujung ranting. Tanaman ini biasanya mulai berbunga dan berbuah dari usia muda, misalnya dalam waktu 2-3 tahun penanaman.
 
 
Morfologi Tanaman Pohon Ketapang
Akar Ketapang 
Terminalia catappa termasuk tumbuhan dikotil karena memiliki akar tunggang (radix primaria). Akar Terminalia catappa termasuk akar tunggang yang bercabang (ramosus), yaitu akar tunggang berbentuk kerucut panjang yang tumbuh lurus ke bawah, bercabang banyak sehingga memberi kekuatan pada batang dan dapat membuat daya serap terhadap air dan zat makanan menjadi lebih besar.

Batang Ketapang
Terminalia catappa merupakan batang berkayu (lignosus), yaitu batang yang keras dan kuat.
  • Bentuk batang > Batang Terminalia catappa berbentuk bulat (teres).
  • Sifat permukaan batang > Terminalia catappa memiliki sifat permukaan batang beralur (sulcatus), yaitu jika membujur batang terdapat alur-alur yang jelas.
  • Arah batang > Untuk arah tumbuh batangnya, Terminalia catappa memiliki arah tumbuh batang yang tegak lurus (erectus), yaitu memiliki arah lurus ke atas.
  • Percabangan > Terminalia catappa termasuk percabangan simpodial karena batang pokok sukar ditentukan, dalam perkembangan selanjutnya mungkin akan menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Sedangkan untuk arah tumbuh cabangnya, Terminalia catappa memiliki cabang yang mendatar (horizontalis), yaitu antara cabang dengan batang pokok memebentuk sudut kurang lebih 90ÂșC.

Daun ketapang
Daun lengkap adalah daun yang terdiri atas pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun ketapang (Terminalia catappa) termasuk daun yang tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).
  • Tangkai daun (petiolus) Terminalia catappa memiliki bentuk tangkai daun seperti bentuk tangkai daun tumbuhan pada umumnya, yaitu berbentuk silinder dengan sisi agak pipih dan menebal pada pangkalnya.
  • Helaian daun (lamina) Ketapang memiliki helaian daun bundar telur terbalik. Helaian di pangkal berbentuk jantung, pangkal dengan kelenjar di kiri-kanan ibu tulang daun di sisi bawah. Daun ketapang memiliki daun berambut halus di sisi bawah dan berbentuk lebar dibagian tengah daun, ujung daun meruncing, tepi daun yang merata, daging daun tipis dan memiliki tulang daun menyirip.

Bunga
Bunga Terminalia catappa berukuran kecil, berwarna kuning dan terkumpul dalam bulir yang berada dekat ujung ranting dengan panjang 8–25 cm. Bunga Terminalia catappa tidak memiliki mahkota, memiliki kelopak berjumlah 5 yang memiliki bentuk seperti piring atau lonceng ukuran 4 –8 mm dan berwarna putih atau krem. Benang sari berada dalam 2 lingkaran yang tersusun masing–masing 5. Buah batu berbentuk bulat telur gepeng, bersegi atau bersayap sempit denga ukuran 2,5 -7 x 4 –5,5 cm berwarna hijau-kuning-merah atau ungu kemerahan saat telah masak.

Buah dan Biji
Bentuk dari buah pohon katapang ini seperti buah almond. Besar buahnya kira-kira 4 –5,5 cm. Buah katapang berwarna hijau tetapi ketika tua warnanya menjadi merah kecoklatan. Kulit terluar dari bijinya licin dan ditutupi oleh serat yang mengelilingi biji tersebut. 
  • Kulit Biji (Spermodermis) Kulit biji dibagi menjadi 2, yaitu lapisan kulit luar (testa) dan lapisan kulit dalam (tegmen). Lapisan kulit luar pada biji Terminalia catappa ini keras seperti kayu. Lapisan inilah yang merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalamnya.
  • Tali Pusar (Funiculus) Merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni jadi merupkana tangkainya biji. Jika biji masak, maka biji akan terlepasa dari tali pusar dan pada biji hanya nampak bekasnya.

Habitat Tumbuhan Terminalia catappa L. 
Di Indonesia, tanaman pohon ketapang tersebar dari Sumatera sampai Papua. Terminalia catappa L. dapat tumbuh pada dataram rendah sampai dataran tinggi, di hutan primer maupun sekunder, hutan campuran Dipterocarpaceae, hutan rawa, hutan pantai, hutan jati atau sepanjang sungai. Selain tumbuh secara liar di pantai, tumbuhan ketapang merupakan tumbuhan yang sering dijumpai tumbuh liar di daratan, pohon ini sering ditanam sebagai pohon peneduh di dataran rendah. Oleh karena itu, pohon ketapang juga ditanam sebagai pohon hias di kota-kota. Pohon ketapang ini juga merupakan salah satu jenis pohon peneduh.

Terminalia catappa L. merupakan tumbuhan pantai dengan daerah penyebaran yang cukup luas. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di India, kemudian menyebar ke Asia Tenggara. Di Indonesia tumbuhan ketapang sering kali dijumpai ada di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon hias dan peneduh. Terminalia catappa L. biasa disebut sebagai “katapiang” oleh bahasa Minang. Ketapang adalah tanaman serbaguna dari akar, batang, daun dan buah telah digunakan. 
 
 
Manfaat Tumbuhan Ketapang 
Pohon ketapang tidak hanya digunakan sebagai pohon peneduh melainkan memiliki banyak manfaat lain terutama pada bagian daunnya. Tanaman ketapang sering digunakan untuk ramuan tradisional. Diantaranya dapat dipergunakan untuk mengobati diare, gangguan usus, hipertensi, rematik sendi, disentri, lepra, kudis dan penyakit kulit lainnya. Bagian tumbuhan ketapang khususnya daun selain untuk obat kulit, dapat dimanfaatkan juga untuk menurunkan pH air tawar dan menyerap zat-zat kimia yang terdapat pada air tawar tersebut. 
 
Daun Ketapang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan sebagai obat luar yaitu untuk mengobati sakit pinggang, bisul, gatal-gatal dan mempercepat pengeringan luka. Sedangkan obat dalam, daun ketapang berguna untuk mengobati diare menurunkan tekanan darah tinggi, insomnia dan selain itu ekstrak daun ketapang digunakan dalam bidang kosmetik karena memiliki aktivitas anti UV dan anti aging (penuaan dini). 
 
Daun Ketapang memiliki kandungan antimikroba lebih banyak dibandingkan kulit batang dan buah. Daun ketapang memiliki kandungan flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid. Sedangkan kulit batang hanya mengandung flavonoid dan saponin, pada buah hanya tanin dan steroid. Daun ketapang dapat digunakan sebagai antijamur dan antibakteri karena senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam daun ketapang tersebut merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan maupun mematikan bakteri pathogen.

Demikian paparan singkat tentang karakteristik tanaman pohon ketapang pohon rindang peneduh taman dan jalanan. Dimuat berdasarkan sumber dari :
http://eprints.umm.ac.id/35043/3/jiptummpp-gdl-juniarto20-47410-3-babii.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/68266/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/53089/Chapter%20II.pdf;jsessionid=42DE2A82FBB80DD40DA8E35FED833520?sequence=4
http://digilib.unila.ac.id/14774/12/15.%20Tinjauan%20Pustaka.pdf
http://eprints.polsri.ac.id/1966/3/03.%20BAB%20II.pdf
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan kata pencarian "pohon ketapang, tanaman ketapang, tanaman rindang pehon ketapang". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang meneduhkan! Terimakasih.

No comments for "Karakteristik Tanaman Pohon Ketapang (Terminalia catappa L) Pohon Rindang Peneduh Taman dan Jalanan"