Sekilas Langkah Budidaya Pisang Kepok Pontia (Musa paradisiaca normalis)

Salah satu komoditas hortikultura dari kelompok buah-buahan yang saat ini cukup diperhitungkan adalah tanaman pisang. Pengembangan komoditas pisang bertujuan memenuhi kebutuhan akan konsumsi buah-buahan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dimana pisang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Selain rasanya lezat, bergizi tinggi dan harganya relatif murah, pisang juga merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang.


Pisang kepok pontia (Musa pradisiaca normalis) merupakan salah satu komoditi buah pisang yang banyak dibudidayakan di kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hal ini disebabkan kesesuaian agroklimat, sifat adaptasi yang tinggi dan mudah diperbanyak. Pisang kepok pontia juga merupakan buah pisang yang cukup populer. Peluang pasar pisang kepok pontia cukup luas, permintaan buah pisang baik secara kualitatif maupun kuantitatif meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan karbohidrat untuk kesehatan tubuh.

  • Syarat Tumbuh Tanaman Pisang Kepok Pontia
Budidaya tanaman pisang dapat dilakukan baik didaerah tropis maupun sub tropis dan juga mulai dataran rendah sampai dataran tinggi, karena pisang mempunyai daya adaptasi yang cukup luas. Tanaman pisang dapat tumbuh pada :
  • Suhu rata-rata 27ÂșC untuk dapat tumbuh optimal
  • Untuk mencapai pertumbuhan optimal tanaman menghendaki curah hujan dalam satu tahun sekitar 2000-2500 mm. 
  • Tanah yang baik dan cocok untuk dijadikan pertanaman pisang adalah tanah liat dan kaya akan bahan organik (humus), pisang kepok pontia umumnya ditanam di daerah dataran rendah dengan jenis tanah alluvial.
  • pH tanah 4,5-7,5.

  • Penyiapan Lahan
Lahan yang akan digunakan untuk tanaman pisang diusahakan bebas dari tanaman pengganggu dan pembuatan parit/saluran pembuangan air sangat diperlukan karena tanaman ini tidak tanah terhadap genangan air.

  • Pembenihan
Ketersediaan bibit dari varietas unggul merupakan faktor utama dalam budidaya pisang yang dalam hal ini bibi pisang dapat diperoleh melalui 3 cara yaitu melalui sistem anakan, sistem bonggol dan sistem kultur jaringan. 

  • Perbanyakan Benih pisang dari anakan
  1. Benih rebung berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung, tinggi antara 20-40 cm.
  2. Benih anakan berupa tunas yang daunnya telah keluar antara 3-5 helai/pohon dengan diameter bonggol 10-15 cm.
  3. Ciri benih yang sehat :
    • Berasal dari pohon induk yang sehat
    • Disiapkan 6 bulan sebelum tanam untuk mengetahui/menyeleksi benih yang sehat
    • Daun tidak menguning
     
  • Penanaman
Penanaman merupakan rangkaian kegiatan menanam hingga tanaman berdiri tegak dan tumbuh berkembang. Untuk jarak tanam yang digunakan tergantung varietas dan morfologi tanaman pisang.
  • Jarak tanam yang digunakan 3x3 m atau 3,5x3 m, dengan populasi 1000 rumpun/ Ha.
  • Bila tanah asam (pH kurang dari 5,5) berikan kapur dolomite sebanyak 500 gram di campur 5 Kg pupuk organik dan 250 gram agens hayati 
  • Benih ditanam sebatas 5-10 cm diatas pangkal batang
  • Dalam penutupan lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) dimasukan terlebih dahulu baru di susul tanah bagian bawah (sub soil) penanaman sebaiknya dilakukan awal musim kecuali tersedia sistem irigasi.


  • Pemupukan
Pemberian nutrisi pada tanaman bertujuan agar ketersediaan unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman dapat memenuhi kebutuhan juga untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman peoduksi dan kualitas buah yang optimum.
 
Pupuk yang dapat digunakan ialah pupuk organik dan anorganik. Untuk tanaman pisang kebutuhan pupuk organik cukup dapat diusahakan pembuatan kompos dilokasi dengan menggunakan bahan-bahan setempat. Pemberian pupuk anorganik seperti urea, SP36 dan KCL disesuaikan dengan rekomendasi setempat yang telah ditetapkan.
 
  • Penjarangan anakan
Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berbuah. Diupayakan dalam satu rumpun 2-3 tanaman/anakan dengan kriteria anakan yang dipilih adalah 20-40 cm.
 
  • Pengendalian OPT
Gangguan hama maupun penyakit pada tanaman pisang merupakan salah satu penyebab rendahnya kualitas tanaman produktivitas pisang. Oleh sebab itu pengendalian OPT merupakan faktor penting dalam budidaya tanaman pisang. Pemilihan bibit/benih yang sehat serta pemeliharaan harus secara optimal.

Pembrongsongan untuk mencegah buah pisang dari serangan hama dan penyakit yaitu dengan cara membungkus tandan dengan plastic berwarna biru atau kantong plastik (polythulene) yang mengandung insektisida. Waktu pembungkusan dilakukan ppada saat jantung sudah mulai merunduk namun belum mekar.

Pemotongan jantung setelah sisir terakhir keluar atau sekitar 25 cm dari jantung pisang, untuk mengoptimalkan penyerapan unsur jhara oleh bakal buah. Berikan juga penyanggah pohon pisang agar tidak roboh karena ppertumbuhan tandan dan tiupan angin.

  • Panen dan Pasca Panen
Pengaturan jumlah daun yaitu dengan membuang beberapa daun untuk menjaga ukuran dan penampakan buah, tinggalkan 6-8 helai daun. Penentuan saat panen dalam rangka pemungutan hasil dengan tujuan untuk mendapatkan buah dengan tingkat kematangan sesuai permintaan pasar dengan mutu buah yang baik sesuai standar yang dituju. 
 

Buah pisang dapat dipanen dalam keadaan masih hijau dengan ciri lingkaran buah sudah menunjukkan bentuk bundar dan tidak bersudut menyiku. Umur buah siap panen sekitar 100-120 hari setelah munculnya bunga klon yang ditanam.

Untuk pemasaran berjarak jauh melalui transportasi agak lama (lebih satu hari) buah pisang dipanen lebih awal. Criteria panen pada buah pisang atau penentuan derajat ketuaan ditandai dengan bentuk buah bulat, tingkat kematangan 3/4% penuh untuk ekspor (75-85%), tingkat kematangan penuh (100%) untuk pasar lokal, bunga yang mengering pada ujung buah dan mudah dipatahkan, warna kulit buah dari hijau tua menjadi hijau muda, daun bendera pada batang sudah mengering.
 
Demikian ulasan singkat tentang sekilas langkah budidaya pisang kepok (Musa paradisiaca). Dimuat berdasarkan sumber brosur pertanian dengan judul "Budidaya Pisang kepok Pontia (M. Paradisiaca Normalis)". Gambar berdasarkan penelusuran google dengan pencarian kata "Pisang kepok, budidaya pisang kepok, jenis pisang kepok". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! terimakasih.

No comments for "Sekilas Langkah Budidaya Pisang Kepok Pontia (Musa paradisiaca normalis) "