Mengenal Tanaman Ciplukan (Physalis angulata Linn.) Tumbuhan Liar Berkhasiat Untuk Pengobatan




Ciplukan atau sering juga disebut ceplukan (Physalis angulata Linn.) adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis dan subtropis dunia. Ciplukan di masyarakat Sunda disebut cecenet atau cecendet, di Jawa disebut ceplukan, di Bali disebut angket, kepok-kepokan, atau keceplokan. Di Madura disebut Yor-yoran, di Seram disebut Lapinonat, di Sasak disebut Dedes, di Minahasa disebut Leletokan, dan di Inggris dikenal dengan nama morel berry.  
 
 
Tumbuhan ciplukan (Physalis angulata Linn.) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini dapat ditemukan di kebun, tegalan, tepi jalan, semak, dan tepi hutan. Tumbuhan ciplukan juga populer dalam pengobatan menyembuhkan luka, radang hati, malaria, penyakit kelamin, rematik, sakit telinga.  
 
Ciplukan belum begitu dikenal sebagai tanaman obat di Indonesia, akan tetapi di Amerika Latin, Selandia Baru dan Australia, Ciplukan sudah amat dikenal sebagai tanaman obat, bahkan di keringkan, diolah dan dijadikan sebagai makanan kecil yang kemudian diekspor ke berbagai negara. 
 
Klasifikasi dan morfologi tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.)
 
Sistematika tanaman ciplukan : 
 
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata Linn.   
 
Ciplukan, sesuai dengan bentuknya yang mirip-mirip dengan buah-buah untuk lalapan seperti Labu Siam, dan Terung, termasuk dalam famili tumbuhan Solanaceae (terung-terungan). Walaupun nama tumbuhan ini berbau bahasa Indonesiasebenarnya tanaman ini berasal dari kawasan tropistepatnya di Peru (Amerika Latin). Disebarkan ke Eropa oleh orang-orang Belanda, sedangkan di Indonesia tanaman ini pertama dikenal di daerah Maluku.
 
Tumbuhan ciplukan (Physalis angulata Linn.) terutama pada bagian buah kaya akan zat aktif flavonoid dengan persentase ekstrak buah 300 μg/ml adalah 84%, ekstrak buah 200 μg/ml adalah 58% dan dalam 100 μg/ml ekstrak adalah 26%.
 
  
Tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) adalah tumbuhan herba annual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Akar tunggang, bercabang, dan berserabut. Berwarna keputihan kotor hingga kecoklatan, selain itu akar tumbuhan ini intensif yang menyebar hanya di permukaan tanah. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing tumpul membulat meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm. 
 
Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung. Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. 
 
Buah (Fructus) semu tunggal, dengan ditutupi oleh kelopak buah yang termodifikasi dari bunga. Buah berbentuk bulat oval, dengan diameter berkisar 14 mm, berwarna kehijauan muda hingga kekuningan, terbungkus dalam kelopak mengelumbung. Selain itu, buah ini memiliki biji -biji halus didalamnya berwarna keputihan yang diselimuti serat halus dan juga buah ini memiliki rasa manis. 
 
Kandungan kimia serta kegunaan dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.)
 
Ciplukan (Physalis angulata Linn.) mengandung saponin, flavonoid (luteolin), polifenol, alkaloid, steroid, vitami C, asam palmitat, dan asam stearat. Tanaman ciplukan bersifat analgetik (penghilang nyeri), detoksikan (penetral racun) serta pengaktif fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Saponin dan alkaloid yang terkandung dalam ciplukan memberikan rasa pahit dan berkasiat sebagai anti tumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus besar. 
 
 
Flavonoid merupakan salah satu antioksidan yang terdapat dalam tumbuhan yang diperlukan oleh tubuh. Efek antioksidan dari flavonoid yang ditemukan di Physalis angulata Linn. dapat meningkatkan proses regenerasi yang disebabkan oleh radikal bebas dengan cara mensintesis substrat kompetitif untuk lipid tak jenuh dalam membran dan mempercepat mekanisme perbaikan membran sel yang rusak. Physalis angulata Linn. juga mengandung komponen aktif physalins, withanolides, phytosterols and polyunsaturated fatty acids misalnya asam linoleat dan asam oleat yang memberi sifat antioksidan dan hipokolesterolemik. 
 
Kandungan Physalin B dan Physalin F yang terdapat pada tanaman Ceplukan (Physalis angulata Linn.) dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel leukemia manusia. Tanaman ini juga mempunyai potensi sitotoksik terhadap sel myeloma. Selain itu, buah dari tanaman ceplukan dapat digunakan sebagai antimikroba.  
 
Demikian paparan singkat mengenai tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) tumbuhan liar berkhasiat untuk pengobatan. Dimuat berdasarkan tesis penelitian oleh "IQBALULLOH MIFTAHUL KHOTIB" dengan judul "PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN VARIASI KONSENTRASI SARI BUAH CIPLUKAN (Physalis angulataLinn.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN MUTU KIMIA KEFIR AIR SARI BUAH CIPLUKAN (Physalis angulata Linn.)" 2018 yang di terbitkan :
"http://etheses.uin-malang.ac.id/13991/1/13620018.pdf".
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan pencarian "tanaman ciplukan, klasifikasi dan morfologi tumbuhan ciplukan, manfan dan kegunaan tanaman ciplukan". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.



 pasang iklan




No comments: