Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Jagung (Zea mays)




Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia.


Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang sering ditanam oleh petani. Tanaman jagung termasuk golongan Spermatophyta, kelas Monocotyledone, ordo Graminae, dan familia Graminaceae serta genus Zea. Nama latin Zea Mays. Sekarang ini Jagung telah menjadi komoditas perdagangan dunia, semua negara berlomba-lomba meningkatkan produksinya guna memenuhi permintaan industrinya. Salah satu caranya yaitu dengan memakai benih jagung unggul guna mendapatkan hasil panen yang banyak.  

Salah satu faktor atau kendala utama yang sering kali menjadi penyebab kurangnya nilai produksi atau kualitas dalam budidaya jagung adalah serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung serta cara pengendaliannya.  

Jenis hama yang biasa menyerang tanaman jagung dan cara pengendaliannya. 
 
  • Penggerek batang jagung (O furnacalis guenee). 
Hama ini seringkali menyerang semua bagian tanaman jagung pada fase pertumbuhan. Kehingan hasil yang diakibatkan serangan penggerek batang dapat mencapai 80%. Mereka biasa aktif menyerang tanaman jagung pada malam hari dan dapat menghasilkan beberapa generasi. Umur dewasa hama penggerek batang ini mulai 7-10 hari.  

Larva O Furnacalis mempunyai karakteristik kerusakan pada setiap bagian tanaman jagung yang di serang yaitu berupa lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan atau pangkal tongkol, kemudian batang yang menjadi mudah patah.  

Pengendaliannya secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara berikut :
  • Waktu tanam harus tepat
  • Tanam jagung dengan metode tumpang sari dengan kedelai atau kacang tanah.
  • Lakukan pemotongan pada sebagian bunga jantan yaitu pada 4 dari 6 baris tanaman. 

Untuk pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, dikloforos dan karbofuran. Hal ini cukup efektif untuk menekan serangan dari hama penggerek batang pada tanaman jagung. 
 
  • Ulat grayak (Spodoptera litura F). 
Jenis ulat ini merupakan hama yang dapat merusak tanaman jagung berkisar hingga 5 - 50%. Ngengat aktif pada malam hari. Ciri hama ini memmiliki sayap bagian depan berwarna coklat atak keperak-perakan, sayap belakang berwana keputihan. Pada siang hari ulat grayak ini bersembunyi dalam tanah atau di tempat yang lembab. Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.  

Larva hama ulat grayak yang masih kecil dapat merusak daun dan menyerang serentak secara berkelompok, dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas. Biasanya larva berada di permukaan daun bagian bawah. Umumnya serang biasa mulai terjadi saat musim kemarau.  

Pengendaliannya secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara berikut :
  • Saat pengolahan lahan di awal sebaiknya membersihkan atau membakar sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan digunakan.
  • Pengolahan tanah dilakukan secara intensif sesuai standar penanaman jagung. 

Pengendalian secara kimiawi juga dapat dilakukan dengen memberikan beberapa insektisida yang cukup efektif mengendalikan ulat grayak. Jenis insektisida efektif berbehan monokrotofos, diazinon, korpiripos, triazofos, diklorofos, sianotenfos dan karbaril. Cara penggunaannya harus didasarkan pada hasill pengematan tanaman. Insektisida tersebut dapat di aplikasikan bila intensitas serangan pada pertanaman yang telah mencapai 12,5 %.  

Jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung serta cara pengendaliannya.  

Penyakit utama yang biasa menyerang dan merusak tanaman jagung petani adalah bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora sp. dan penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Helmonthosporium sp. 
 
  • Bulai (Downy mildew). 
Jenis penyakit bulai dapat merusak tanaman jagung sampai 100% yang diakubatkan penularannya pada varietas jagung yang rentan. Gejala penyakit terlihat dengan adanya warna putih pada permukaan daun sampai kekuningan dan diikuti pula oleh garis-garis klorotik. Ciri lainnya yaitu pada pagi hari di sisi bawah daun terdapat lapisan berbeulu halus berwarna putih yang terdiri atas konidiofor dan konidium jamur. 

Penyakit bulai yang menyerang tanaman jagung dapat menyebabkan gejala sistematik yang bisa meluas ke seluruh bagian tanaman dan juga dapat menimbulkan gejala lokal atau setempat. Gejala sistematik biasanya akan terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun terinfeksi. 

Tanaman yang terinfeksi bulai pada umur yang masih muda umumnya tidak akan menghasilkan buah. Bila infeksi terjadi pada tanaman yang sudah tua, buah yang keluar masih berbentuk namun tidak sempurna dan biasanya tanaman jagung akan tumbuh kerdil.
Pengendalian penyakit bulai.
  • Penanaman varieta tahan seperti Sukmaraga, Lagaligo, Srikandi K-1, Lamuru dan Gumarang.
  • Periode bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan di areal pertanaman.
  • Lakukan penanaman serempak.
  • Pemusnahan seluruh bagian tanaman yang terinfeksi penyakit bulai sampai ke akarnya secara periodik.
  • Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih) dengan dosis 2 gram (0,7 gr bahan aktif) per kg benih.

  •  Hawar daun.
Serangan penyakit yang di akibatkan infeksi hawar daun pada tanaman jagung dapat merusak dan kehilangan hasil jagung hingga mencapai 70%. Gejala awal yang ditunjukan dari infeksi hawar daun yakni berupa bercak kecil berbentuk oval yang kemudian bercak akan makin memanjang berbentuk elips dan berkembang menjadi nekrotik yang disebut hawar.

Warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar bisa sekitar 2,5-15 cm. Bercak ini biasa muncul pertama kali pada daun terbawah kemudian berkembang ke bagian atas. Infeksi serangan yang berat dapat mengakibatkan tanaman menjadi mengering kemudian mati.

Cendawan ini hanya menyerang daun tanaman jagung, tidak menginfeksi tongkol atau klobot. Cendawan biasanya dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau pada sisa tanamman di lapang.

Cara pengendalian hawar daun.
  • Penanaman jagung menggunakan varietas yang tahan seperti Bisma Pioner 2, pioner 14, Semar 2 dan Semar 5.
  • Lakukan pemusnahan pada seluruh bagian tanaman yang terinfeksi bercak daun samapai ke akaranya
  • Pengguanaan fungisida berbahan aktif mancozeb dan dithiocarbamate.

Demikian ulasan singkat mengenai cara pengendalian hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman jagung. Dimuat dari sumber brosur pertanian tentang hama penyakit tanaman jagung. Gambar dimuat dari penelususran google dengan tema pencarian "Tanaman jagung, hama dan penyakit tanaman jagung, jenis jenis hama penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bcaan yang manfaat! Terimakasih.



 pasang iklan




No comments: