Tanaman Lada (Piper nigrum L) Tumbuhan Rempah Penyedap Makanan




Lada atau merica adalah salah satu tanaman yang berkembang biak dengan biji dan merupakan tumbuhan merambat yang hidup pada iklim tropis dimana bijinya sangat sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Aroma dan rasa lada sangat khas, sehingga terkadang menjadi bagian dari resep masakan andalan.  
 
 
Tanaman lada (Piper nigrum L.) banyak dibudidayakan di Indonesia (Aceh, Bangka, Belitung, Lampung, Kalimantan Barat). Tanaman lada menghasilkan dua jenis lada yaitu lada putih (muntok/Bangka) dan lada hitam. Perbedaan lada putih dan lada hitam hanya terletak pada cara penanganan pasca panen. Lada putih diperoleh dari buah lada yang dihilangkan kulitnya, sedangkan lada hitam diperoleh dari buah lada yang kulitnya tidak dihilangkan.  
 
Lada putih lebih sering dipergunakan untuk bumbu masak, sebagai penyedap dan pelezat, pengewet daging, campuran bahan obat-obatan tradisional, dan dapat dijadikan minuman kesehatan. Sedangkan lada hitam dapat digunakan minyaknya yang wangi sebagai parfum. Minyak lada ini dihasilkan dari penyulingan kulitnya.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lada.  
 
Lada (Piper negrum L) termasuk tanaman dari family Piperaceae. Famili tersebut terdiri dari 10-12 genus dan 1.400 spesies yang bentuknya beragam sepertiherba, semak, tanaman menjalar, hingga pohon-pohonan. Chromosome pada Piper negrum berjumlah 2n = 52. Bangsa Piper termasuk kelas Dicotyledae, ordo Piperales dan keluarga Piperaceae.

Klasifikasi lada

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Subklas : Dicotyledoneae
Ordo : Piperales
Family : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum L.

Morfologi lada
 
Tanaman ladadikenal sebagai tanaman tahunan yang memanjat. Batangnya berbuku dengan tinggi mencapai 10 meter, namun dalam budidayanya dibatasi hingga ketinggian 4-5 meter dan melekat pada tiang panjat (tajar) agar memudahkan dalam pemeliharaan. Tanaman lada terdiri atas akar, batang dan cabang, daun, cabang, dahan, bunga dan buah.  
 
 
 
  • Akar
Pada garis besarnya lada memiliki 2 jenis akar yaitu akar yang terdapat di atas tanah dan yang terdapat di dalam tanah. Berikut penjelasan kedua jenis akar tanaman lada : 
 
1. Akar yang terdapat diatas tanah. 
akar tanaman lada yang berada diatas tanah disebut juga akar lekat atau akar panjat. Akar lekat ini berguna untuk melekat atau memanjat pada tajarnya, sehingga tanaman bisa naik ke atas. Akar-akar lekat ini hanya tumbuh pada buku batang orthotrop, sedangkan pada cabang-cabang buah tidak akan tumbuh akar lekat.

2. Akar yang tumbuh di dalam tanah 
Akar yang terdapat di dalam ini disebut sebagau akar utama. Akar-akar ini selain tumbuh pada bukunya yang merupakan perpanjangan dari dari akar lekat, juga tumbuh pada bekas-bekas potongan batang. Akar utama tumbuh pada pangkal batang, sehingga pada satu bisa terdapat 10-20 akar utama.  
 
Pada akar utama itu akan tumbuh akar samping dengan bulu akar yang banyak sekali. Bulu-bulu akar tersebut bisa berkembang di permukaan tanah dan berguna untuk menghisapp makanan yang diperlukan. Apabila keadaan tanah memungkinkan, maka akar ini akan dapat menembus tanah sedalam 1-2 m. Sedangkan panjangnya akar bisa mencapai 2-4 m. Tetapi pada umumnya sistem perakaran lada cukup dangkal, hanya mencapai ke dalaman antara 30-60 cm. 
 
  • Batang dan cabang
Bagian bagian batang lada terdapat 3 jenis yaitu Stolon : tandas (batang primer), cabang-cabang orthotrop dan pang plagiotrop : cabng bual. Berikut penjelasannya :

1. Stolon > Stolon atau batang primer juga disebut batang dasar, istilah lain stolon ini disebut tandas. Stolon merupakan batang pokok atau batang induk yang tumbuh memanjat di mana batang-batang lain seperti cabang-cabang orthotrop dan pang plagiatrop akan tumbuh. Batang ini berbentuk agak pipih, dan setelah berdiameter 4-6 cm, berbenjol-benjol, berwarna abu-abu tua, beruas-ruas dan kkelas berkayu serta berakar lekat. Sedangkan pada kuncupnya, batang tersebut membengkok. Setiap ruas panjangnya bisa mencapai 7-12 cm dan pada bukunya tumbuh sehelai daun dan satu kuncup yang berhadap-hadapan.

Tanaman lada yang masih muda, yakni umur 8-12 bulan akan mencapai ketinggian 1-11/2 m dengan ruas jumlahnya sekitar 20 buah. Setelah itu barulah pada tanaman tersebut akan tumbuh cabang-cabang baru seperti cabang sekunder, tertier dan sebagainya. Sedangkan katunya pada cabang-cabang itu juga disebut kayu primer, sekunder, tertier.

Pada umumnya tunas atau kuncup tak akan tumbuh pada setiap ruas, melainkan setelah tumbuh cabang sekunder 3-4 ruas lagi barulah tumbuh kuncup yang baru dan seterusnya. Kadang hal ini juga dialami setelah tumbuh 7-10 ruas tumbuh kuncup-kuncup yang lain.

2. Cabang Orthotrop > Cabang ini tumbuh pada batang pokok. Cabang tersebut bentuknya bulat, berkuncup yang berjauhan dan tumbuhnya memanjat ke atas. Cabang-cabang ini kedudukannya sama dengan batang primer. Sebab mereka juga berakar lekat, memanjat serta beruas-ruas. Pada setiap buku terdapat sehelai daun yang berhadap-hadapan dengan plagiatrop dan segumpal akar lekat yang mengikat tanaman pada tajarnya.

Semua cabang yang mengarah ke atas disebut cabang orthotrop. Apabila cabang-cabang itu tak melekat pada tajar, tetapi memanjang terus ke bawah atau menggantung, maka cabang itu disebut sulur gantung atau lanak gantung, sedang yang tumbuh pada permukaan tanah di sebut sulur tanah lanak tanah. Baik sulur tanah ataupun sulur gantung dapat dipergunakan sebagai bibit.

3. Pang Plagiotrop > Pang plagiotrop ialang pang-pang atau ranting-ranting yang tumbuh dari batang primer maupun cabang-cabang orthotrop yang jumlahnya banyak sekali. Ranting-ranting ini pendek, agak kecil dan tak melekat pada tajar sebab masing-masing, bukunya tak berakar lekat. Pada setiap buku tumbuh sehelai daun yang berhadap-hadapan, dan disinilah akan tumbuh malai bunga. 
 
Pang-pang plagiotrop ini tumbuhnya selalu kesamping, dan pada pang plagiotrop ini masih ngeluarkan malai bunga atau buah, maka ia juga disebut cabang-cabang buah.
 

  • Daun
Tanaman lada merupakan berdaun tunggal tidak berpasangan, keadaanya kenyal, serta bertangkai. Bentuknya bulat telur, namun pada ujungnya meruncing. Daun bagian belahan atas berwarna hijau mengkilap, sedang pada belahan bawah berwarna hijau pucat dan tak mengkilap. Panjang tangkai 2-4 cm, panjang daun 12-18 cm, dan lebarnya 5-10 cm serta berurat daun 5-9. 
 
Daun pada bagian atas tidak sama dengan daun pada bagian bawah, di bagian atas lebih panjang, sedang bagian bawah lebih bulat. Begitu pula bentuk daun dari batang atau cabang juga tidak sama dengan daun pada sulur dan plagiotrop. Daun pada cabang bentuknya simetris dan berwarna tua, sedang daun dari pang plagiotrop/sulur asimetris dan berwarna muda.  
 
Daun-daun tersebut tumbuhnya berhadap-hadapan dengan tumbuhnya kuncup cabang, sedang daun pada pang plagiotrop tumbuhnya berhadap-hadapan dengan tumbuhnya malai bunga. Kuncup daun itu dibungkus oleh kelopak. Apabila daun itu akan mengembang, maka gugurlah kelopak tersebut.
 

  • Bunga
Bagian bagian yang dapat berbunga hanyalah cabang-cabang plagiotrop atau cabang-cabang buah. Bunga-bunga itu tumbuh pada malai bunga, sedang malai bunga itu sendiri tumbuh pada ruas-ruas cabang buah yang berhadap-hadapan dengan daun. Pada satu malai maksimal terdapat 150 bunga.  
 
Sebagaimana bunga-bunga tanaman lain, bunga pada tanaman lada juga mempunya bagian-bagian yang lengkap dengan fungsinya masing-masing seperti tajuk bunga atau dasar bunga, mahkota bunga, putik, dan juga benang sari. 
 
Tajuk bunga lada berwarna hijau dan melekat pada malai. Apabula sudah tumbuh buah, tajuk ini akan dasar buah atau tempat duduk buah, karena buah lada tidak bertangkai. Untuk mahkota bunga berwarna kuning kehijau-hijauan dan tumbuh pada dasar bunga. bentuknya sangat kecil halus, sedang beberapa hari setelah terjadi penyerbukan, maka daun bunga itu akan layu dan akhirnya mengering.  
 
Putik bunga lada adalah alat betina, bagian ini merupakan terusan ovarium. Ovarium sendiri mengandung sel telur yang berdiri tegak dan bertangkai pedek. kemudian bakal buah yang dilengkapi dengan tangkai kepala putik dengan bentuk bintang yang terdapat 3-5 tangkai. Setiap tangkai panjangnya 1 mm serta terdapat kepala putik basah dengan garis tengah 10 mu (1 mu = 1/1000 mm). 
 
Bagian bunga tanaman lada yang terakhir ialah benangsari, merupakan alat jantan. Terdiri dari 2 atau 4 tangkai benangsari dan kepala benangsari. Di dalam kepala benangsari terdapat tepungsari yang berguna untuk menyerbuk putik-putik. Tangkai benangsari panjangnya 1 mm, sedang kepala benangsari besarnya 10 mu, dan bundar. 
 
Karena bunga tanaman lada itu memiliki putik dan benangsari, maka dapat disebut bunga sempurna atau berumah satu. Malai yang tumbuh lebih dulu adalah malai yang dekat pucuk-pucuk cabang buah, kemudidan disusul malai-malai bawahnya. Selanjutnya apabila tumbuh beberapa malai, maka malai itu akan mengarah ke bawah atau menggantung. Tiap malai bunga panjangnya 7-12 cm.
 
  • Buah
Buah lada mempunyai ciri-ciri yang khas tersendiri yaitu sebagai berikut:

1. Bentuk dan warna buah > Buah lada berbentuk bulat, berbiji keras dan berkulit buah yang lunak. Kulit buah yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang tua berwarna kuning. Dan apabila buah sudah masak berwarna merah, berlendir dengan rasa manis. Buah lada yang masak ini disukai burung-burung bekicau. Untuk lada hitam merupakan buah lada yang sudah dikeringkan.

2. Kedudukan buah > Buah lada merupakan buah duduk yang melekat pada malai. Besar kulit dan bijinya 4-6 mm. Sedangkan besarnya biji 3-4 mm. Berat 100 biji sekitar 3-8 gram atau rata-ratanya 4,5 gram.

3. Keadaan kulit buah > Kulit buah atau pericarp terdiri dari 3 bagian yaitu epicarp (kulit luar), mesocarp (kulit tengah), dan endocarp (kulit dalam).

4. Biji > Di dalam kulit ini terdapat biji-biji yang merupakan produk dari lada, biji-biji ini juga mempunyai lapisan kulit yang keras. 
 
 
Kondisi lahan yang baik untuk tumbuh tanaman lada.

Tanaman lada sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis antar 20º LU dan 20º LS dengan curah hujan 1000-3000 mm pertahun, merata sepanjang tahun dan mempunyai hari hujan 110-170 hari per tahun, musim kemarau hanya 2-3 bulan per tahun. Kelembaban udara 65-98% selama musim hujan, dengan suhu maksimal 35⁰C dan suhu minimum 20⁰C. Tanaman lada dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl, akan tetapi paling baik pada ketinggian sekitar 0-500 mdpl. Lada sangat cocok ditanam pada tanah lia berpasir, tanah podsolik komplek, dan tanah latosol dengan pH tanah optimum berkisar antar 5,5-6,5. 
 
Demikian ulasang singkat tentang tanaman lada (Piper nigrum L) tumbuhan rempah penyedap makanan. Dimuat berdasarkan sumber dari :
http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/15204/Bab%20II.pdf?sequence=3&isAllowed=y
http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/3863/3/BAB%20II.pdf
Buku "Bercocok Tanam Lada", Aksi Agraris, 1980. Penerbit Kanisius.

Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google gambar dengan pencarian "tanaman lada, klasifikasi dan morfologi tanaman lada, perkebunan lada, bercocok tanam lada". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang manfaat! Terimakasih.



 pasang iklan




No comments: