Tanaman Petai (Parkia speciosa) Biji Buah Dengan Rasa dan Bau Yang Khas




Petai adalah jenis tumbuhan tropis dari suku polong-polongan (Fabaceae). Tumbuhan ini banyak tumbuh di Indonesia bagian barat. Bagian dari petai yang sering dikonsumsi adalah bagian bijinya. Biji petai sering dikonsumsi ketika masih muda, baik segar maupun direbus dan biasa dipadukan dalam masakan-masakan dapur.

 
Tanaman Petai sudah umum dikenal dan dikonsumsi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Tanaman petai ini cukup populer karena dikenal dengan rasa dan baunya yang khas. Biasanya petai di hidangkan pada campuran masakan seperti tumisan sayur atau tambahan dalam sambal ikan teri yang dipadukan dengan petai. Petai memiliki nama yang berbeda di beberapa negara, misalnya “petai” di Indonesia dan Malaysia, “sataw” di Thailand, dan “nejirefusamame” di Jepang.  
 
Di Indonesia tanaman petai memiliki banyak nama daerah diantaranya ialah Patai (Minang Kabau), foopatu (Buru), pateh (Ambon), parira (Batak Karo), palia/ pelia (Batak Toba), petai (Katingan, Sampit), puti (Sumba), pode (Bima), pote (Sawu), paloh (ceram), pateka (Ambon), sindutan (Jawa), dan petar (Lampung).  
 
Klasifikasi dan Morfologi Umum Tanaman Petai 
 
Kerajaan : Plantae  
Divisio : Magnoliphyta  
Kelas : Magnoliopsida 
Bangsa : Fabales  
Suku : Mimosaceae  
Marga : Parkia 
Jenis : Parkia speciosa Hassk.  
 
Petai dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di daerah pegunungan. Namun tanaman ini akan tumbuh baik dan berproduksi tinggi pada daerah antara 500-1.000 m di atas permukaan laut. Daun menyirip ganda berbentuk majemuk dengan panjang 5-9 cm dan lebar 1,5-2,2 cm serta memiliki tebal 121-150, 04 μm. 
 
Setiap induk tangkai memiliki daun, daun muda yang berkisar 1-3 minggu memiliki warna hijau muda, sedangkan daun petai yang tergolong dewasa tua berkisar lebih dari 3 minggu memiliki warna tua hingga kecoklatan. Tanaman petai memiliki daun berujung tumpul dengan pinak daun 3-4 pasang. Bagian pangkal basal daun petai berbentuk simetris yang runcing. 
 
Karangan bunga pada petai berbentuk bongkol yang terkulai dengan tangkai yang panjang, bunga yang masih muda dan belum mekar bewarna hijau. Setelah bunga dewasa dan terlihat benang sari serta putiknya, bunga petai berubah menjadi warna kuning. Ukuran bunga petai menjadi lebih besar, buah berbentuk kulit buah panjang dan pipih. 
 
Biji petai tesusun rapi dalam kulit buah yang menggantung di pohon dan pada setiap kulit buah terdapat 10-18 biji yang diselaputi kulit tipis bewarna putih ketika muda. Selaput tersebut akan menjadi bewarna kuning pada saat biji sudah tua.  
 
Penyebab biji petai bau adalah kandungan asam-asam amino yang didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (S), ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asamamino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau. Salah satu gas yang terbentuk dari unsur itu adalah H2S (Hidrogensulfida) yang terkenal sangat bau. 
 
Untuk menghilangkan bau petai dapat dilakukan dengan mengunyah sedikit bubuk kopi selama beberapa menit, kemudian minum air putih dingin. Konsumsi mentimun juga dapat mengurangi bau petai. 
 
Di daerah Jawa hanya dikenal 2 jenis petai yaitu :
  • 1 Tanaman petai jenis gajah
    Tanaman jenis ini menghasilkan buah petai yang setiap buahnya dapat berisi petai sebanyak 15-18 biji, panjang buahnya mencapai 25-30 cm.
  • 2 Tanaman petai jenis kacang 
    Tanaman ini menghasilkan buah petai yang setiap buahnya hanya mengandung 10-12 biji, panjang buah hanya sekitar 20 cm dan ukuran bijinya lebih kecil jika dibandingkan dengan petai jenis gajah.

 
Syarat Tumbuh Ideal Tanaman Petai 
 
Tanaman petai dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai didaerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Namun tanaman ini akan tumbuh baik dan berproduksi tinggi jika ditanam di daerah antara 500 sampai 1.000 m di atas permukaan laut.
 
Tanaman petai dapat tumbuh dengan baik di daerah-daerah yang tanahnya bertekstur halus dengan pH antara 5,5 sampai 6,5. Tanah yang bertekstur halus ini, pada umumnya adalah tanah yang sebagian besar terdiri dari debu dan lempeng atau tanah yang tidak berpasir. Yang paling cocok untuk tanaman petai adalah jenis tanah mediteran atau latosol.
 
Tanaman petai tumbuh baik di daerah-daerah yang mempunyai tipe iklim B (basah) dan tipe iklim C (agak basah). Penentuan tipe iklim ini didasarkan pada rumus Schmidt-Fergusson, yaitu perbandingan antara rata-rata jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah yang dinyatakan dalam persen. Tanaman petai kurang cocok dengan daerah-daerah yang mengalami musim kemarau yang sangat kering.  
 
Secara konvensional (tradisional) sebagian petunjuk (indikator), tanaman petai dapat tumbuh baik di suatu tempat/daerah jika daerah tersebut tanaman cengkeh tumbuh baik. Tanaman petai dapat tumbuh baik ditempat-tempat yang terbuka atau tidak terlindungi pepohonan lain, sebab tanaman petai sangat membutuhkan sinar matahari sepanjang hari.  
 
Kandungan Kimia yang Terdapat Pada Tanaman Petai  
 
Petai dapat dijadikan sebagai sumber energi, memiliki protein, karbohidrat, fosfor, vitamin A,dan zat besi. Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan vitamin C sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi asam aminoprolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksi lisin. Perannya adalah dalam proses penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. 
 
Tanaman petai mengandung alkaloid, saponin, terpenoid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Senyawa yang terkandung pada biji maupun kulit buah petai antara lain lektin, sisteina, stigmast-4-en-on, polisulfida siklik (heksationana, tetratiana, tritiolana, pentatiepana, pentatiokana, dan tetratiepana, formaldehida, tiol, dan asam tiazolidina-4-karboksilat. 

 
Manfaat Tanaman Petai Untuk Pengobatan 
 
Kulit buah petai yang selama ini menjadi limbah organik, ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Sumber menyebutkan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kulit buah petai menunjukkan adanya efek hipoglikemik, aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kulit buahpetai mengandung senyawa metabolit sekunder golongan saponin, flavonoid, dan tanin.  
 
Tanaman petai banyak sekali ditemukan di Asia Tenggara. Bijinya sering dikonsumsi masyarakat, baik dalam kondisi segar maupun diolah bersama bahan pangan lainnya. Biji petai memiliki khasiat untuk mengobati penyakit lever (hepatalgia), edema, radang ginjal (nefritis), diabetes, kanker, kolera dan cacingan.
 
Kulit buah petai bagian dalam (prikarp) juga dapat dimakan bersamaan dengan bijinya karena dipercaya berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Selain berpotensi sebagai anti diabetes, biji dan kulit buah petai juga telah diketahui mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan dengan nilai konsentrasi penghambatan 50% (IC50) sebesar 26 mg/L pada biji, 3,90 mg/L pada kulit bagian luar, dan 46,90 mg/L pada kulit bagian dalam.
 
Demikian ulasan singkat mengenai tanaman petai (Parkia speciosa) biji buah dengan rasa dan bau yang khas. Dimuat berdasarkan sumber dari : 
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/35081/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/105/jtptunimus-gdl-suhartadig-5242-2-bab2.pdf
http://repository.unsri.ac.id/915/2/RAMA_48201_08061181419027_0010127203_02.pdf
http://eprints.undip.ac.id/72106/3/BAB_II.pdf
Gambar berdasarkan penelusuran google gambar dengan pencarian kata "tanaman petan, klasifikasi dan morfologi petai, ciri pohon petai, manfaat petai, penyebab bau pada biji petai". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang menyegarkan! Terimkasih.



 pasang iklan




No comments: