Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu dan Keadaan Lingkungan Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tebu




Tebu (Saccharum officinsrum) merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku gula. Tanaman Tebu dapat tumbuh di daerah iklim tropis, namun masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika. Manfaat utama tebu adalah sebagai bahan baku pembuatan gula pasir.  
 
 
Tanaman tebu biasanya ditanam sebagai tanaman tahunan dan dipanen beberapa kali sebelum ditanam kembali. Siklus pertama disebut sebagai tanaman pertama (Plant Crop) dan tanaman selanjutnya sebagai tanaman keprasan (Ratoons).  
 
Fase-fase pertumbuhan pada tanaman tebu. 
 
Pertumbuhan tanaman tebu terdiri dari 5 fase yaitu fase perkecambahan, fase pertunasan, fase pertumbuhan batang, fase kemasakan, dan fase pasca panen.
 
  • 1. Fase Perkecambahan 
Fase perkecambahan adalah titik awal kehidupan tebu yang menentukan baik buruknya stadium berikutnya. Perkecambahan tanaman tebu dimulai dengan membengkaknya mata tunas lalu pecah dan tumbuh kuncup, kuncup memanjang bersamaan munculnya akr stek, kuncup menjadi taji lalu menjadi daun dan mekar. Fase perkecambahan berlansung selama 4-6 minggu. Perkecambahan dinilai berhasil apabila presentasenya 60%-90% dari mata tunas yang ditanam. Faktor penting dalam perkecambahan tebu meliputi faktor eksternal, yaitu pengolahaan kebun, pemilihan tempat, hama penyakit dan perlakuan bibit sedangkan faktor internal, yaitu kualitas bibit, kandungan glukosa, nitrogen, dan air.  
 
  • 2. Fase Pertunasan 
Fase pertunasan merupakan proses keluarnya tunas–tunas anakan baru yang keluar dari pangkal tebu muda (tunas primer). Proses ini berlangsung mulai tebu berumur 5 minggu sampai 3-4 bulan (bergantung pada varietasnya). Sumber daya alam yang dibutuhkan pada fase ini antara lain : air, sinar matahari (berpengaruh pada hormone pemacu pertumbuhan anakan), hara N dan P serta oksigen untuk pernafasan dan pertumbuhan akar. Kondisi sinar matahari yang kurang, ditambah dengan kebun drainasenya buruk dan juga tanah terlalu padat akan mengganggu pertumbuhan tunas anakan tebu.  
 
  • 3. Fase Pemanjangan 
Batang Fase perpanjangan batang sering disebut dengan pertumbuhan besar (grand growth period) atau pertumbuhan cepat. Biomassa tebu bertambah secara eksponensial dengan daun bertambah banyak, diameter batang membesar, dan batang bertambah memanjang dengan menumbuhkan ruas-ruasnya. Tebu memerlukan banyak air pada fase ini agar akar berfungsi normal. Saat fase perpanjangan batang terjadi perlambatan pertumbuhan tunas. Pemanjangan batang berlangsung pada stadia pertumbuhan umur tanaman 39 bulan.  
 
  • 4. Fase Kemasakan 
Fase kemasakan berkaitan dengan pengisian batang tebu dengan sukrosa yang dimulai dengan pertumbuhan vegetatifnya berkurang. Fase ini merupakan fase pertumbuhan tahap akhir dimana kecepatan pertumbuhan mulai melambat yang ditandai dengan pendek dan kecilnya ruas batang tebu. Keperluan air dan unsur hara sudah jauh berkurang pada fase ini. Apabila kondisi lingkungan berkecukupan unsur nitrogen dan air, akan menyebabkan proses pemasakan terhambat karena tebu terus tumbuh sehingga perolehan rendemennya rendah. 
 
  • 5. Fase Pasca 
Panen Fase terakhir yaitu pasca panen, terjadi saat tanaman tebu berumur 12 bulan. Tanaman mulai menunjukkan gejala mati dan daun kering, selain itu kadar gula tertinggi terdapat pada batang bagian bawah. Kadar gula akan mulai berkurang karena mengalami perombakan menjadi bahan bukan gula.
 
 
Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tebu.

Pertumbuhan tanaman tebu tidak akan lepas dari pengaruh faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tebu diantaranya:
 
  • Suhu 
Suhu sangat berpengaruh pada fase pembentukan anakan. Suhu optimum untuk pembentukan anakan adalah 30⁰C. Suhu di bawah 20⁰C akan menghambat pembentukan anakan. Anakan yang terbentuk lebih awal akan menghasilkan tebu dengan batang lebih besar dan berat. Anakan yang terbentuk lebih akhir akan mati atau menjadi pendek dan tidak matang.  
 
  • Cahaya Matahari 
Pengaruh persentase cahaya matahari terhadap pertumbuhan tanaman tebu ternyata sangat kompleks. Dalam keadaan cahaya matahari penuh, batang tebu menjadi besar tetapi lebih pendek ruasnya, daun lebih luas, dan lebih hijau. Tanaman yang tumbuh di bawah kekurangan cahaya matahari mempunyai bentuk batang dengan ruas yang kecil dan panjang, daun yang tipis dan sempit dengan warna agak kekuningan.
 
  • Angin 
Pengaruh langsung dari angin akan mengakibatkan tebu menderita kerusakan mekanis dan secara tidak langsung merugikan dalam proses transpirasi, kelembapan tanah, kelembapan udara dan lain sebagainya. Kerusakan mekasih akan terjadi apabila angin mencapai tingkat topan atau angin rebut. Selain kerusakan mekanis, tebu akan menghasilkan rendemen yang rendah karena faktor kerobohan.  
 
  • Tanah 
Tanaman tebu dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah seperti tanah alluvial, grumosol, latosol dan regusol dengan ketinggian antara 0–1400 m diatas permukaan laut. Akan tetapi lahan yang paling sesuai adalah kurang dari 500 m di atas permukaan laut. Ketinggian lebih dari 1200 m di atas permukaan laut pertumbuhan tanaman relatif lambat. Kondisi lahan terbaik untuk tebu adalah berlereng panjang, rata dan melandai sampai 2% apabila tanahnya ringan dan sampai 5% apabila tanahnya lebih berat. 
 
Tekstur tanah yang ideal bagi pertumbuhan tanaman tebu adalah tanah ringan sampai agak berat dengan kemampuan menahan air cukup dan porositas 30%. Struktur tanah yang baik untuk pertanaman tebu adalah tanah yang gembur sehingga aerasi udara dan perakaran berkembang sempurna.Tanaman tebu menghendaki solum tanah minimal 50 cm dengan tidak ada lapisan kedap air dan permukaan air 40 cm. 
 
  • Curah hujan 
Tanaman tebu dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan berkisar antara 1.000 – 1.300 mm per tahun dengan sekurang-kurangnya 3 bulan kering. Distribusi curah hujan yang ideal untuk pertanaman tebu adalah pada periode pertumbuhan vegetatif diperlukan curah hujan yang tinggi (200 mm per bulan) selama 5-6 bulan. Periode selanjutnya selama 2 bulan dengan curah hujan 125 mm dan 4–5 bulan dengan curah hujan kurang dari 75 mm/bulan yang merupakan periode kering. Periode ini merupakan periode pertumbuhan generatif dan pemasakan tebu.  
 
  • Kelembaban 
Kelembapan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, karena dapat mempengaruhi proses fotosintesis. Kelembapan yang rendah menyebabkan transpirasi yang tinggi pada tanaman. Bila laju transpirasi lebih besar dari laju fotosintesis maka tanaman akan kekurangan air. Kelembapan yang terlalu rendah dan terlalu tinggi akan menghambat pertumbuhan, oleh karena itu diperlukan kelembapan yang optimal agar proses-proses fisiologis dalam tanaman dapat berlangsung dengan baik. 
 
Kelembaban udara erat kaitannya dengan jumlah uap air di udara. Tanaman tebu dapat tumbuh optimal pada kelembaban kurang dari 70%. Apabila kelembaban terlalu tinggi akan memicu pertumbuhan jamur sehingga akan menurunkan rendemen maupun produktivitas tebu

Demikian paparan singkat tentang Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu dan Keadaan Lingkungan Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tebu. Sumber Dari :
http://eprints.polsri.ac.id/1910/3/3.%20BAB%20II.pdf
http://eprints.umm.ac.id/41524/3/BAB%20II.pdf
Gambar berdasarkan penelusuran google dengan pencarian "tanaman tebu, pertumbuhan tanaman tebu, lingkungan tumbuh tanaman tebu". Sekian, semoga manfaat! Terimakasih.



 pasang iklan




No comments: