Kode Html

Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Emas Putih Tumbuhan Penghasil Gula

Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman perkebunan semusim. Tebu termasuk ke dalam famili poaceae atau lebih dikenal sebagai kelompok rumput-rumputan. Tebu tumbuh di dataran rendah daerah tropika dan dapat tumbuh juga di sebagian daerah subtropika. Manfaat utama tebu adalah sebagai bahan baku pembuatan gula pasir. 
 
 
Bagian yang paling utama untuk diolah dari tebu adalah batangnya. Bagian daging tebu bisa menghasilkan banyak manfaat terutama yang di olah menjadi bahan baku gula. Bentuk pohon dari tanaman tebu yaitu batang yang berbentuk memanjang keatas, dan terdapat ruas-ruas di batangnya, daunnya terdapat pada setiap ruasnya. Tebu yang tumbuh lebih dari 200 negara, India adalah produsen gula terbesar kedua di dunia sedangkan penghasil terbesarnya adalah Brasil. Oleh karena itu, tebu terkenal pemanfaatanya sebagai bahan pokok pembuatan gula.  
 
Klasifikasi dan ciri-ciri morfologi tanaman tebu
 
Tanaman tebu tergolong tanaman perdu. Di daerah Jawa Barat disebut Tiwu, di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut Tebu atau Rosan. Familia graminae atau rumput-rumputan memiliki batang silindris, agak pipih atau persegi, berlubang atau masif, pada buku selalu masif dan kerap kali membesar, berbentuk herba atau berkayu (bambu). Daun tunggal 2 baris, kadang-kadang berbaris banyak, pelepah daun berkembang dengan baik, pada batas pelepah dan helaian daun terdapat lidah, helaian daun duduk berbentuk lanset atau garis, dikedua sisi dari ibu tulang daun terdapat tulang daun yang sejajar. Bunga tersusun dalam bulir terdiri dari 2 glumae atau daun yang serupa sisik.

  • Klasifikasi Tebu.
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhanberpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu /monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Graminae atau Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum  
Spesies : Saccharum officinarum Linn

  • Morfologi Tebu.
Batang Tebu > anaman tebu mempunyai batang yang padat, tidak bercabang, dan di penampangnya terdapat lingkaran yaitu berupa ruas yang dibatasi buku-buku. Umumnya, buku-buku berjarak pada interval sekitar 15 sampai 25 cm; tapi lebih dekat di bagian batang atas dimana elongasi berlangsung. Warna dan kekerasan batang bervariasi sesuai varietas, dan diameter batang dapat berkisar diameter antara 2,5 cm - 5,0 cm. Batang tebu juga memiliki lapisan lilin yang berwarna putih keabu-abuan dan biasanya banyak terdapat pada batang yang masih muda. 
 
Daun tebu > Daun tebu melekat pada batang di setiap buku-buku, secara bergantian dalam dua baris di sisi berlawanan. Daun tebu merupakan daun tidak lengkap, karena hanya terdiri dari pelepah dan helaian daun, tanpa tangkai daun. Pelepah memeluk batang, makin ke atas makin sempit. Bagian pelepah terdapat bulu-bulu dan telinga daun. Daun tebu memiliki pelepah yang kuat, biasanya berwarna putih dan cekung pada permukaan atas daun, dan hijau pucat dan cembung di permukaan bawah daun. 
 
 
Bunga tebu > Bunga tebu berupa malai dengan panjang antara 50-80 cm. Cabang bunga pada tahap pertama berupa karangan bunga dan pada tahap selanjutnya berupa tandan dengan dua bulir panjang 3-4 mm. Terdapat pula benangsari, putik dengan dua kepala putik dan bakal biji. 
 
Akar tebu > Tebu mempunyai akar serabut yang panjangnya dapat mencapai satu meter. Sekitar 50% berat dari akarnya berada di atas 20 cm dari tanah, dan 85% di atas 60 cm. Akar tebu dapat menembus tanah dengan potensi air < -15 sampai -20 bar, dengan syarat massa akar utama memiliki air yang cukup. Pertumbuhannya dipengaruhi oleh kelembaban tanah dan suhu tanah, serta volume tanah yang tersedia untuk akar menyebar. Pertumbuhan akar sangat lambat ketika suhu tanah di bawah 18ºC, tetapi meningkatkan secara progresif ke optimum sekitar 35ºC. Suhu tanah yang semakin tinggi menyebabkan pertumbuhan akar juga berkurang.
 
Sejarah perkembangan tanaman tebu dan penanamannya di Indonesia  
 
Tanaman Tebu telah dikenal sejak beberapa abad yang lalu oleh bangsa Persia, Cina, India dan kemudian menyusul bangsa Eropa yang memanfaatkan sebagai bahan pangan yang bernilai tinggi yang di anggap sebagai emas putih, yang secara berangsur mulai bergeser kedudukan bahan pemanis alami seperti madu.  
 
Tanaman tebu termasuk salah satu anggota dari Familia Graminae, sub familia Andropogonae. Banyak ahli berpendapat bahwa tanaman tebu berasal dari Irian, dan dari sana menyebar ke kepulauan indonesia yang lain, Malaysia, Filipina, Thailand, Burma dan India. Dari India kemudian dibawa ke Iran sekitar tahun 600 M dan selanjutnya oleh orang-orang Arab dibawa ke Mesir, Maroko, Sapanyol dan Zanzibar. Beberapa peneliti yang lain berkesimpulan bahwa tanaman ini berasal dari India berdasarkan catatan-catatan kuno dari negeri tersebut. Bala tentara Alexander the Great mencatat adanya tanaman di negeri itu ketika mencapai India pada tahun 325 SM. 
 
Penanaman tebu di indonesia dimulai pada saat sistem tanam paksa (Tahun 1870) yang memberikan keuntungan besar untuk khas negara pemerintahan kolonial belanda. Setelah sistem tanam paksa di hentikan, usaha perkebunan tebu di lakukan oleh pengusaha-pengusaha swasta. Perluasan perkebunan tebu tidak pernah melampaui pulau jawa karena memang jenis tanaman dan pola pertanian di pulau jawa lebih sesuai untuk penanaman tebu. 
 
Daerah jantung perkebunan yang tumbuh sejak tahun 1940-an dan berkembang sampai sekarang adalah daerah pesisir utara cirebon hingga semarang di sebelah gunung muria hingga madiun, kediri, di sepanjang probolinggo hingga ke malang melalui pasuruan. Pusat penelitian dan pengembangan gula indonesia (P3GI) pasuruan telah berperan melakukan penelitian-penelitian untuk menghasilkan varietas unggul dan berbagai produk turunannya seperti fermentasi pembuatan etanol dari tetes, pembuatan ragi roti, pakan ternak, gula pasir, karton dll. 
 
Tempat tumbuh produktif serta Kandungan dan manfaat kegunaan tanaman tebu.  
 
Tanaman tebu biasanya tumbuh baik pada daerah yang beriklim panas dengan kelembaban untuk pertumbuhan adalah > 70%. Suhu udara berkisar antara 28⁰C –34C. Tanah yang baik bagi pertumbuhan tebu adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang. Fase pertumbuhan tanaman tebu jatuh pada umur 3 sampai 8 bulan dan fase pemasakan pada umur 9 sampai 12 bulan yang ditandai dengan tebu mengeras dan berubah warna menjadi kuning pucat. 
 
 
Pengolahan tanah untuk penanaman tebu di lahan kering pada umumnya dilakukan pada musim kemarau sampai akhir musim hujan, sedangkan penanaman dilakukan di awal musim kemarau sampai menjelang musim hujan. Dari proses pertumbuhan tanaman tebu yang telah dijelaskan. Berikut ini adalah kandungan yang terdapat pada batang tebu :  
 
1. Air (75 –85 %) > Air merupakan komponen yang paling besar di dalam tebu sehingga untuk mendapatkan gula, komponen air harus dihilangkan sebanyak-banyaknya pada proses penguapan dan kristalisasi.  
 
2. Sukrosa (10 –12 %) > Sukrosa terdapat pada semua tanaman tebu. Kandungan sukrosa yang terbanyak terdapat pada bagian batang. Sifatnya stabil dalam suasana alkalis.  
 
3. Gula Reduksi (0,5 –2 %) > Gula reduksi yaitu glukosa dan fruktosa dalam perbandingan yang berlebihan satu sama lain. Semakin masak tebu, semakin sedikit gula reduksinya. Proses pemecahan dalam gula reduksi akan menimbulkan kerugian pada industri gula. Suhu tinggi dan pH tinggi akan mempercepat perpecahan gula reduksi, sehingga itu perlu dihindarkan.  
 
4. Senyawa Organik (0,5 –1 %) > Senyawa organik dalam tanaman tebu sebagian besar dalam bentuk Asam Laktat, Asam Suksinat, serta Asam Glukonat. Jika tebu busuk, asam akan teroksidasi menjadi asam laktat. Asam laktat dalam jumlah yang cukup banyak akan mempercepat proses inverse. Inverse dapat dicegah dengan cara mempertahankan pH > 7 dengan temperatur proses pemurnian tidak terlalu tinggi. 
 
5. Senyawa Anorganik (0,2 –0,6 %) > Senyawa anorganik yang terdapat di dalam tebu antara lain Fe2O3, Al2O3, MgO, CaO, K2O, SO3, dan H2SO4. Senyawa-senyawa tersebut berasal dari tanah dan dari pupuk yang dapat dipisahkan pada proses pemurnian. 
 
6. Senyawa Phosphate > Senyawa ini adalah senyawa yang penting dalam proses pemurnian karena senyawa ini dapat menarik dan mengendapkan kotoran.  
 
7. Serabut > Serabut merupakan rangka tanaman tebu yang tersusun dari selulosa atau hemiselulosa. Ciri umumnya adalah keras karena adanya lignin dan pektin. Serabut merupakan semua bagian tebu tanpa nira. Jika dipanaskan atau dikeringkan maka 50 % dari serabut adalah selulosa.
 
Kandungan dan pemanfaatan ampas Tebu.

Ampas tebu adalah sisa pengambilan nira, umumnya merupakan 31-34% bagian dari tebu. Komposisinya 50% yang terdiri dari 47% bagian berserat dan 3% sisa-sisa gula dan padatan terlarut lainnya.  
 
 
Di dalam ampas tebu terkandung senyawa selulosa, lignin dan hemiselulosa. Senyawa selulosa ini dapat diolah menjadi produk lain, seperti asam oksalat. Senyawa asam oksalat dapat digunakan sebagai bahan peledak, pembuatan zat warna, rayon, untuk keperluan analisa laboratorium. Pada industri logam, asam oksalat dipakai sebagai bahan pelapis yang melindungi logam dari korosif dan pembersih untuk radiator otomotif, metal dan peralatan.
 
Dari proses pembuatan tebu akan dihasilkan gula 5%, ampas tebu 90%, dan sisanya berupa tetes (molase) serta air. Karena sari tebu tidak bisa diolah menjadi gula semuanya. Selain itu, daun tebu ini bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. Karena daun tebu kering cepat panas, sehingga pembakarannya setara dengan minyak tanah.
 
Dengan kandungan ligno-cellulose serta memiliki panjang seratnya antara 1,7 sampai 2 mm dengan diameter sekitar 20 mikro, sehingga ampas tebu ini secara ekonomis pemanfaatannya tidak hanya sebagai sumber energi bahan bakar semata. Namun ampas tebu ini bisa dimanfaatkan juga sebagai bahan baku untuk industri kertas, industri kanvas, industri jamur dan lain-lainnya. Bahkan ampas tebu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan menjadi sumber energi alternatif seperti bioetanol atau biogas.
 
Dari perkembangan zaman, tanaman tebu terus ditemukan dengan varietas warna pada batang tebu yang berbeda-beda. Tebu juga memiliki manfaat yang sangat banyak. Baik dari segi kesehatan, segi industri, segi konsumsi rumah tangga, segi peternakan, dan segi industri rumah tangga.

Demikian paparan tentang Tanaman Tebu (Saccharum officinarum Linn) Emas Putih Tumbuhan Penghasil Gula. Dimuat berdasarkan sumber :
http://etheses.uin-malang.ac.id/562/6/10620044%20Bab%202.pdf
http://eprints.umm.ac.id/41524/3/BAB%20II.pdf
http://eprints.umg.ac.id/609/3/8.%20BAB%20II%20ACC.pdf
http://eprints.polsri.ac.id/1910/3/3.%20BAB%20II.pdf
Gambar dimuat berdasarkan penelusuran google dengan pencarian "Tanaman tebu, klasifikasi dan morfologi tanaman tebu, manfaat dan kegunaan tebu, kandungan tebu, pembuatan gula tebu". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang manfaat! Terimakasih.

No comments for "Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Emas Putih Tumbuhan Penghasil Gula"