Tanaman Sukun (Artocarpus altilis) Tumbuhan Tropik Dapat Hidup di Musim Kering

Tanaman Sukun merupakan suatu jenis tumbuhan pohon yang tumbuh di daerah tropik. Tanaman ini mudah ditemukan dan tumbuh baik di daerah basah, tetapi juga biasanya dapat tumbuh didaerah kering yang terdapat air tanah dan aerasi tanah yang cukup. Di musim kering, di saat tanaman lain merosot produksinya, justru tanaman sukun ini biasanya tetap tumbuh hidup dan berbuah cukup lebat.
 

Sukun termasuk dalam genus Artocarpus famili (moraceae) yang terdiri atas 50 spesies tanaman berkayu, yang tumbuh didaerah panas dan lembab di kawasan Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Tanaman sukun juga merupakan tanaman pohon yang tingginya bisa mencapai 20 m. Kayunya lunak dan kulit kayu berserat kasar. Semua bagian tanaman bergetah encer. Daunnya lebar, bercanggap menjari, dan berbulu kasar. Buahnya berbentuk bulat berkulit tebal dan kasar, dengan warna hijau muda dan kuning dengan berat sekitar 1,5–3 kg. 
 
Tanaman sukun memiliki khasiat terapeutik pada beberapa bagian seperti pada kulit kayu, daunnya. Masyarakat di beberapa daerah memanfaatkan daun dan kulit pohon sukun sebagai bahan ramuan obat. Daunnya selain efektif untuk mengobati penyakit liver, juga bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit kronislainnya seperti; hepatitis, pembesaran limpa, jantung, dan ginjal. Bahkan, masyarakat Ambon memanfaatkan kulit batangnya untuk obat mencairkan darah bagi wanita yang baru 8-10 hari melahirkan. 
 
Tanaman sukun (Artocarpus altilis) memiliki nama yang berbeda di daerah–daerah di Indonesia yang menunjukkan bahwa sukun merupakan buah yang tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari bagi penduduk Nusantara. Misalnya di Aceh orang menyebut sukun dengan nama sakon, di Batak Medan menyebutnya dengan hatopul, di Madura sokon, dan di Makasar makara dan lainnya. 
 
Karakteristik taksonomi dan klasifikasi tanaman sukun. 
 
Tanaman sukun mermiliki nama ilmiah Artocarpus altilis yang termasuk keluarga Moraceae dan kelas Dicotyledonae. Tinggi pohon sukun dapat mencapai 30 m, dapat tumbuh baik sepanjang tahun di daerah tropis basah dan bersifat semi deciduous di daerah yang beriklim monsoon. Batang memiliki kayu yang lunak, tajuknya rimbun dengan percabangan melebar ke arah samping, kulit batang berwarna hijau kecoklatan, berserat kasar dan pada semua bagian tanaman memiliki getah encer. Akar tanaman sukun biasanya ada yang tumbuh mendatar/menjalar dekat permukaan tanah dan dapat menumbuhkan tunas alami. 
 
Klasifikasi tanaman sukun : 
 
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Urticales  
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus altilis. 
 
 
Ciri-ciri morfologi tanaman sukun secara umum. 
 
Tanaman sukun adalah tumbuhan dari genus Artocarpus dalam famili Moraceae yang banyak terdapat di kawasan tropik seperti Malaysia dan Indonesia. Ketinggian tanaman ini bisa mencapai 20 meter. Di pulau Jawa tanaman ini dijadikan tanaman budidaya oleh masyarakat. Buahnya terbentuk dari keseluruhan kelopak bunganya, berbentuk bulat atau sedikit bujur dan digunakan sebagai bahan makanan alternatif. Berikut penjelasan dari setiap bagian pada tanaman sukun. 
 
  • Habitat  
tanaman sukun memiliki habitus pohon yang tingginya dapat mencapai 30 meter, namun rata-rata tingginya hanya 12-15 meter. Jenis sukun dapat tumbuh baik sepanjang tahun (evergreen) di daerah tropis basah dan bersifat semi deciduous serta di daerah yang beriklim monsoon. 
 
  • Akar dan batang  
Akar tanaman sukun mempunyai akar tunggang yang dalam dan akar samping yang dangkal. Apabila akar tersebut terluka atau terpotong akan memacu tumbuhnya tunas alam atau root shootstunas yang sering digunakan untuk bibit.
 
Batangnya memiliki kayu yang lunak, tajuknya rimbun dengan percabangan melebar ke arah samping, kulit batang berwarna hijau kecokelatan, berserat kasar dan pada semua bagian tanaman memiliki getah encer. 
 
  • Daun  
Tanaman sukun berdaun tunggal yang bentuknya oval sampai lonjong, ukurannya bervariasi walaupun pada satu pohon memiliki ukuran panjang 20-60 cm dan lebar 20-40 cm dengan panjang tangkai daun 3-7 cm. Bagian ujung daun meruncing, sedangkan bagian pangkalnyamembulat, tepi daun berlekuk menyirip dan kadang-kadang siripnya bercabang. 
 
Permukaan daun bagian atas licin, warnanya hijau mengkilap sedang bagian bawahnya kasar, berbulu dan berwarna kusam. Posisi daun menyebar menghadap ke atas dengan jarak antar daun bervariasi antara 2-10 cm. Berdasarkan bentuk daunnya, secara umum dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu berlekuk dangkal atau sedikit, agak dalam dan berlekuk dalam. 
 
  • Bunga
Bunga sukun berkelamin tunggal (bunga betina dan bunga jantan terpisah), tetapi berumah satu (monoceous). Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan rantingdengan bunga jantan berkembang terlebih dahulu. Bunga jantan berbentuk pipih memanjang disebut ontel yang panjangnya 10-20 cm berwarna kuning, sedangkan bunga betina berbentuk bundar sejak keluar dari kelopak bunga dan bertangkai pendek (babal) seperti pada nangka. Setelah serbuk sarinya keluar bunga jantan ini akan berubah warna dari hijau menjadi kecokelatan, kemudian layu dan berjatuhan di bawah tajuk pohon.  
 
  • Buah 
Buah sukun berasal dari pembengkakan bunga betina dan termasuk jenis buah majemuk, namun karena tidak berbiji (partenocrpy) maka segmen-segmenya terlihat menyatu dengan kandungan pati yang relatif besar. Buah sukun berbentuk bulat sampai lonjong dengan ukuran panjang ± 30 cm, lebar 9-20 cm. Berat buah dapat mencapai 4 kg dengan daging buah berwarna putih, puting kekuningan atau kuning serta tangkai buah yang panjangnya berkisar 2,5-12,5 cm tergantung varietasnya. 
 
 
Kulit buah sukun berwarna hijau kekuningan dan terdapat segmen-segmen petak berbentuk poligonal pada kulitnya. Segmen poligonal ini dapat menentukan tahap kematangan buah sukun. Poligonal yang lebih besar menandakan buahnya telah matang sedangkan buah yang belum matang mempunyai segmen-segmen poligonal yang lebih kecil dan lebih padat.  
 
Sebaran dan Tempat Tumbuh Tanaman Sukun. 
 
Sukun merupakan salah satu jenis tanaman penghasil buah terpenting dari famili Moraceae yang merupakan salah satu jenis makanan pokok di Kepulauan Polinesia, Melanesia dan Mikronesia. Asal-usul tanaman tidak diketahui secara pasti, namun diyakini merupakan jenis asli daridaerah Polinesia dan tropis Asia. 
 
Dalam Wikipedia Indonesia dijelaskan bahwa asal-usul sukun diperkirakan dari Kepulauan Nusantara sampai Papua yang kemudian menyebar ke daerah lainnya melalui kegiatan migrasi penduduk atau misi perdagangan antara lain di Madagaskar, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, Karibia, Asia Tenggara, Srilanka, India, Indonesia, Australia. 
 
Sebaran tanaman sukun di Kepulauan Indonesia meliputi Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Nias, Lampung), Pulau Jawa (Kepulauan Seribu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Madura, P. Bawean, Kepulauan Kangean), Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi (Minahasa, Gorontalo, Bone, Makasar, Malino), Maluku (Seram, Buru Kai, Ambon, Halmahera Dan Ternate), dan Papua (Sorong, Manokwari, pulau-pulau kecil di daerah “Kepala Burung”. 
 
Tanaman sukun yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia dikenal dengan nama seperti suune (Ambon); amo (Maluku Utara); Kamandi, Urknem atau Beitu (Papua); Karara (Bima, Sumba, Flores); susu aek (Rote); hotopul (Batak); baka atau bakara (Sulawesi Selatan) dan lain-lain. Nama lain sukun di berbagai negara yaitu breadfruit (Inggris); fruita pain (French); fruto pao, paode massa (Portugoese); broodvrucht, broodhoom (Holland) dan ulu (Hawai). Tanaman sukun mempunyai beberapa nama ilmiah yang sering digunakan, yaitu Artocarpus incisa Linn atau Artocarpus altilis.
 
Tempat tumbuh tanaman sukun tersebar mulai dari dataran rendah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (dpl), namun kadang-kadang terdapat juga pada tempat yang memiliki ketinggian 1.500 meter dpl. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah panas yang suhu rata-rata sekitar 20-40⁰C yang beriklim basah dengan curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun dan kelembaban relatif 70-90 %. Tanaman sukun menyukai lahan terbuka dan banyak menerima sinar matahari. Keberadaan tanaman sukun di suatu tempat merupakan indikator bahwa tanaman sukun bisa tumbuh dengan baik di daerah tersebut asal tidak berkabut.
 
Tanaman sukun dapat tumbuh pada semua jenis tanah seperti tanah podsolik merah kuning, tanah berkapur dan tanah berpasir (regosol), namun akan lebih baik apabila ditanam pada tanah alluvial yang gembur, bersolum dalam, banyak mengandung humus, tersedia air tanah yang cukup dangkal dan memiliki pH tanah sekitar 5-7. Umumnya pertumbuhan tanaman sukun tidak baik apabila ditanam pada tanah yang memiliki kadar garam (NaCl) tinggi. Demikian pula penanaman sukun di daerah yang beriklim kering, dimana tanaman sering mengalami stress karena kekurangan air (drought stress) dapat menyebabkan perontokan buah. 
 
 
Kandungan gizi buah sukun dan pemanfaatan daun sukun yang berkhasiat.
 
Buah sukun mengandung berbagai jenis zat gizi utama yaitu karbohidrat 25 %, protein 1,5 % dan lemak 0,3 % dari berat buah sukun. Selain itu buah sukun juga banyak mengandung unsur-unsur mineral serta vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Unsur-unsur mineral yang terkandung dalam buah sukun antara lain adalah Kalsium (Ca), Fosfor (P) dan Zat besi (Fe), sedangkan vitamin yang menonjol antara lain adalah vitamin B1, B2 dan vitamin C. Kandungan air dalam buah sukun cukup tinggi, yaitu sekitar 69,3 %. 
 
Selain buahnya yang mempunyai nilai gizi yang cukup baik, daunnya diketahui mengandung beberapa zat aktif berkhasiat seperti flavonoid, sitosterol, asam hidrosianat, asetilcolin, tannin, riboflavin, saponin, phenol. Daun sukun juga mengandung quercetin, champerol, artoindonesianin. Artoindonesianin dan quercetin adalah kelompok senyawa flavonoid. 
 
Di beberapa tempat di daerah Indonesia, secara tradisional masyarakat mengolah dan menggunakan daun sukun untuk pengobatan seperti penyakit liver, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Masyarakat menggunakan tanaman sukun untuk pengobatan dengan merebus daunnya, tetapi masih kurang diketahui kandungan khusus yang bermanfaat besar, bagaimana cara penggunaannya, dan dosisnya.   
 
Dari sumber dikatakan bahwa daun sukun berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit seperti, ginjal, jantung, liver, pembesaran limpa, tekanan darah tinggi, kencing manis, menurunkan kolesterol, meringankan asma dan juga bisa menyembuhkan kulit yang bengkak atau gatal-gatal. 
 
Demikian ulasan mengenai tanaman sukun (Artocarpus altilis) tumbuhan tropik dapat hidup dimusim kering. di olah dan dimuat berdasarkan sumber dari : 
  • http://digilib.unimus.ac.id/files//disk1/125/jtptunimus-gdl-sajidamair-6234-3-babii.pdf
  • http://e-journal.uajy.ac.id/5158/3/2BL01026.pdf
  • http://media.unpad.ac.id/thesis/230110/2009/230110097016_2_9210.pdf
  • https://www.forda-mof.org/files/buku_9_Sukun.pdf
  • http://eprints.uny.ac.id/9430/3/BAB%202%20-%2007308144035.pdf
  • http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/127/jtptunimus-gdl-selvidiana-6320-2-babii.pdf
Gambar dimuat berdasarkan hasil penelusuran google dengan pencarian kata "Tanaman sukun, karakteristik tanaman sukun, klasifikasi morfologi sukun, pohon buah sukun, daun dan buah sukun". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang manfaat dan menambah wawasan. Terimakasih.

No comments: