Kode Html

Tanaman Mengkudu atau Pace (Morinda citrifolia L.) Tumbuhan Buah Berkhasiat Herbal

Tanaman mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang dapat digunakan sebagai bahan makanan dan obat herbal. Tanaman ini mulai dikenal sejak 2000 tahun yang lalu saat bangsa Polynesia berimigrasi ke Asia Tenggara. Dituliskan juga bahwa tanaman mengkudu berasal dari wilayah daratan Asia Tenggara dan menyebar sampai ke Cina, India, Filipina, Hawai, Tahiti, Afrika, Australia, Haiti, Florida dan Kuba. 
 
 
Tanaman mengkudu adalah salah satu tanaman yang sudah dimanfaatkan sejak lama hampir di seluruh belahan dunia. Di Cina tanaman mengkudu telah ditemukan pada tulisan-tulisan kuno yang dibuat pada masa dinasti Han sekitar ribuan tahun yang lalu. Di Hawaii, mengkudu malah telah dianggap sebagai tanaman suci karena ternyata tanaman ini sudah digunakan sebagai obat tradisional sejak lebih dari 1500 tahun lalu.  
 
Mengkudu telah diketahui berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, dan diabetes juga penyakin lain seperti tekanan darah tinggi, radang ginjal, radang empedu, disentri, liver, diabetes, cacingan, artistis, atherosklerosis, sakit perut, dan masuk angin. Hal ini membuat produk olahan buah mengkudu diproduksi secara luas dalam berbagai merek dengan klaim dapat mengobati berbagai jenis penyakit tersebut. 
 
Tanaman mengkudu atau yang disebut pace maupun noni sudah dikenal lama oleh penduduk di Indonesia. Pemanfaatannya lebih banyak diperkenalkan oleh masyarakat jawa yang selalu memanfaatkan tanaman atau tumbuhan herbal untuk mengobati beberapa penyakit.  
 
Mengkudu memiliki nama yang khas berdasarkan daerah masing–masing di Indonesia, diantaranya dikenal dengan nama pace, bentis, kemudu (Jawa), cangkudu (sunda), kondhuk (Madura), keumudee (Aceh), bangkudu (Batak), Makudu (Nias), tibah, (Bali) dan labanau (Kalimantan). Sedang di negara lain disebut dengan nama Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi).  
 
Sistematika taksonomi tanaman mengkudu.  
 
Mengkudu merupakan tanaman yang termasuk dalam famili kopi-kopian (Rubiaceae) dan mempunyai banyak spesies. Beberapa spesies mengkudu yang ada di Indonesia adalah M. citrifolia, M. eliptica, M. bracteata, M. Speciosa, M. linctoria dan M. oleifera. Dari beberapa spesies tersebut, yang terdapat banyak dan sudah dimanfaatkan di Indonesia adalah Morinda citrifolia dan Morinda bracteata. 
 
Secara botani tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L.) diklasifikasikan sebagai berikut : 
 
Kingdom : Plantae
Devisi: Magnoliophyta
Subdevisi : Angiospermae
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas : Asteriidae
Ordo: Rubiales
Family: Rubiaceae
Genus : Morinda
Spesies : Morinda citrifolia L.  
 
 
Karakteristik morfologi tanaman mengkudu. 
 
Buah mengkudu ada yang menghasilkan biji dan ada yang tidak berbiji. Mengkudu yang berkhasiat obat adalah mengkudu yang berbiji. Ada dua jenis mengkudu, jenis yang pertama adalah Morinda citrifolia, mengkudu ini memiliki daun lonjong dan berwarna hijau mengkilap. Jenis kedua adalah Morinda elliptica, yang berdaun jorong atau ellips. Panjang daun umumnya 1,5-2 kalilebar daun jenis pertama. Kedua jenis mengkudu ini termasuk ke dalam famili rubiaceae atau kopi-kopian, genus Morinda terdiri dari 80 spesies. 
 
Secara umum tanaman mengkudu memiliki ciri ciri dan karakteristik morfologi sebagai berikut : 
 
  • Pohon
Pohonnya tidak terlalu besar, dengan tinggi, tingginya 3-8 m. Batangnya bengkok-bengkok berdahan kaku, memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang coklat kekuningan, beralur dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya segi empat. Tajuknya hijau seprti daun. Batang mengkudu mudah dibelah setelah dikeringkan dan bisa digunakan sebagai kayu bakar dan tiang.  
 
  • Daun
Daunnya besar dan tunggal. Daun kebanyakan bersilang berhadapan, bertangkai, bulat telur lebar hingga bentuk elips, kebanyakan dengan ujung runcing, sisi atas hijau tua mengkilat, sama sekali gundul, 10-40 kali 5-17 cm. Daun penumpu bentuknya bervariasi, kadang bulat telur, bertepi rata, hijau kekuningan, gundul, dengan panjang 1,5 cm, dibawah karangan bunga selalu cukup tinggi dan tumbuh menjadi satu. Peruratan daun menyirip. 
 
  • Bunga
Perbungaan mengkudu bertipe bongkol dengan tangkai 1-4 cm, rapat, berbunga banyak, tumbuh di ketiak. Bunga berbilangan 5-6, berbau harum. Mahkota bentuk tabung bentuk terompet, putih, dalam lehernya berambut wol, tabung panjangnya bisa mencapai 1,5 cm, taju sempit. Benang sari 5, tumbuh jadi satu dengan tabung mahkota hingga tinggi, tangkai sari berambut wol. 
 
  • Buah
Kelopak bunga tumbuh menjadi buah yang bulat atau lonjong seperti telur ayam. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (bersegi banyak) yang berbintik-bintik atau berkutil. Bakal buah pada ujungnya dengan kelopak yang tetap tinggal yang berwarna hijau kekuningan. Mula-mula buahnya berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi putih kekuningan menjelang buahnya masak dan setelah benar-benar matang menjadi putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun atas buah-buah batu yang berbentuk pyramid/bentuk memanjang segitiga dan berwarna coklat kemerahan. 
 
  • Biji
Biji mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras dan ruang udara yang tampak jelas. Biji itu tetap memiliki dayatumbuh tinggi, walaupun telah disimpan selama 6 bulan. Perkecambahannya 3-9 minggu setelah biji disemaikan. Pertumbuhan tanaman setelah biji tumbuh sangat cepat. Dalam waktu 6 bulan, tinggi tanaman dapat mencapai 1,2-1,5 m. Perbungaan dan pembuahan dimulai pada tahun ke-3 dan berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Umur maksimum dari tanaman mengkudu adalah sekitar 25 tahun.  
 
Habitat tempat tumbuh tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Mengkudu merupakan tanaman yang dapat tumbuh secara liar di hutan-hutan, tegalan, pinggiran sungai, dan pekarangan. Tanaman ini mudah tumbuh pada berbagai tipe lahan dan iklim pada ketinggian tempat dataran rendah sampai 1.500 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 1.500-3.500 mm/tahun, pH tanah 5-7, suhu 22-30 ⁰C dan kelembaban 50-70%. Pada umumnya tanaman ini banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk kepulauan pasifik, Asia Tenggara, India dan Philipina. Pengembangan tanaman mengkudu tidak memerlukan biaya yang besar, hanya memerlukan banyak air, tempat yang lembab dan tanah yang berdrainase baik. 
 
Kandungan zat aktif yang terdapat pada mengkudu

Hampir semua bagian tanaman mengkudu mengandung berbagai macam senyawa kimia yang berguna bagi kesehatan dan pengobatan manusia. Senyawa-senyawa yang lebih berperan dalam pengobatan tradisional adalah senyawa yang terdapat dalam buahnya, antara lain xeronine, proxeronine, proxeronase, serotonin, dammacanhtal, (zat anti kanker), scopoletin, vitaminC, anti oksidan, mineral, protein, karbohidrat, enzim, alkaloid, kofaktor tanaman dan fitonutrient lainnya yang sangat aktif yang sangat kuat dalam menguatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki fungsi sel dan mempercepat regenerasi sel-sel yang rusak. Kandungan kimia daun dan buah mengkudu secara umum mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, terpenoid, dan antraquinon, disamping itu daunnya juga mengandung polifenol. 
 
 
Manfaat Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L)

Secara tradisionil di berbagai negara, buah mengkudu banyak dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit dan masalah kesehatan lainnya, antara lain seperti gangguan mata, bisul, diabetes, demam, infeksi mulut dan gigi, gangguan rahim, hipertensi, TBC, disentri, anti-helmintik, ekspektoran, laksatif. 
 
Riset yang dituliskan dari refernsi sumber tentang mengkudu, berkembang dan difokuskan pada komponen kimia yang dikandung mengkudu serta efek terapeutiknya terhadap berbagai macam penyakit, maka didapatkan berbagai khasiat mengkudu yang telah terbukti secara ilmiah yaitu : Meningkatkan daya tahan tubuh yaitu merangsang produksi sel T, meningkatkan fungsi timus dan kelenjar tiroid, memiliki efek anti bakteri dan efek analgesik. Menormalkan tekanan darah yaitu melalui kandungan scopoletin yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan adanya arginin yang berfungsi dalam sintesis nitrik oksida (NO) suatu vasodilator. 
 
Di Indonesia secara tradiosional beberapa daerah seperti di aceh misalnya, masyarakat menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.  
 
Demikian paparan tentang tanaman mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) tumbuhan buah berkhasiat herbal. Sumber referensi :
  • http://media.unpad.ac.id/thesis/200110/2011/200110110303_2_3557.pdf
  • http://eprints.umm.ac.id/43438/3/BAB%20II.pdf
  • http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/100/5/098700018_file5.pdf
  • http://eprints.polsri.ac.id/4092/3/BAB%202%20LA.pdf 
Gambar berdasarkan hasil penelusuran google dengan pencarian "tanaman mengkudu, karakteristik tanaman buah mengkudu, klasifikasi dan morfologi mengkudu, khasian herbal tanaman mengkudu". Sekian, semoga dapat menjadi referensi bacaan yang bermanfaat! Terimakasih.

No comments for "Tanaman Mengkudu atau Pace (Morinda citrifolia L.) Tumbuhan Buah Berkhasiat Herbal"